Yamaha

Resmi Dibuka, The Great Asia Afrika Tarik Ribuan Wisatawan

  Senin, 09 Desember 2019   Tri Junari
obyek wisata The Great Asia Afrika di Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (ayobandung/Tri Junari)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Setelah melakukan trial opening beberapa pekan, obyek wisata The Great Asia Afrika di Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi dibuka, Minggu (8/12/2019).

Pada hari pertama bertepatan dengan libur akhir pekan tercatat ribuan wisatawan memadati obyek wisata baru yang mengusung konsep edukasi budaya tujuh negara di Benua Asia dan Afrika.

Berada pada lahan seluas lima hektare tepat berada di lembah menawarkan hawa sejuk dan pemandangan alam perbukitan Kawasan Bandung Utara. 

Dengan merogoh kocek tiket masuk Rp50 ribu/orang, wisatawan diajak mengitari miniatur kampung tradisional dari tujuh negara yakni Korea, Thailand, India, Jepang, Indonesia, Afrika dan Timur Tengah. 

Ornamen bangunan yang khas sesuai di negeri asalnya  membuat wisatawan betah berlama-lama menjelajah spot swafoto untuk sekedar mengisi ruang media sosial pribadinya.

Bukan hanya bangunan ikonik, pada setiap wahana juga menyajikan makanan atau minuman khas dari negara tersebut.

Rakhitta Natania (21), wisatawan asal Kelapa Gading  Jakarta mengaku sengaja datang saat akhir pekan ini bersama seluruh keluarganya.

The Great Asia Afrika menurutnya sesuai dengan ekspektasi sebagai wisata edukasi yang menyuguhkan kemegahan dan keragaman budaya di Asia dan Afrika.

"Tempatnya bagus dan edukatif. Kita jadi tahu kalau Asia Afrika itu negara-negaranya seperti apa saja. Banyak spot-spot fotonya juga, terus kulinernya juga menarik perhatian untuk dicoba," ungkap Rakhitta.

Rakhitta mengaku paling suka berswafoto di spot miniatur negara Korea dan Jepang. Karena dua miniatur tersebut sangat ikonik dan membuat wisatawan merasa nyata berada di negeri tersebut.

"Kalau yang Korea bisa foto sambil pakai pakaian khas Korea. Terus spot yang Jepang, kaya beneran aja lagi main ke Jepang," katanya.

Sebagai bahan masukan dia berharap ke depan pengelola di objek wisata tersebut bisa terus dibenahi agar arus hilir mudik wisatawan lebih tertib dan nyaman.

"Ya mungkin untuk jumlah pengujung bisa dibatasi, soalnya kalau kaya sekarang penuh banget dan berdesakan, jadinya tidak nyaman juga,"harapnya.

Owner The Great Asia Afrika, Perry Tristianto, menerangkan, latar belakang terwujudnya obyek wisata ini ialah melihat ikon wisata yang lekat dengan kejayaan Bandung sebagai tempat berlangsungnya konferensi Asia-Afrika.

Melalui pendekatan budaya dan alam dalam setiap sentuhan bisnis obyek wisata, Perry mampu menghadirkan The Great Asia Afrika dengan memakan waktu 18 bulan saja.

"Saat ini baru tujuh negara dari dua benua yang kami tampilkan di sini, tak memungkiri nanti akan ditambah lagi. Walau hari ini resmi di-launching, tapi masih on progres," terang Perry.

Menurutnya, The Great Asia Afrika menjadi jawaban atas menurunnya produk wisata di Kawasan Wisata Lembang. Ia berharap keberadaan wisata baru ini membuka potensi ekonomi warga dan destinasi wisata Lembang kembali naik.

"Dua tahun terakhir tingkat kunjungan ke Lembang turun drastis, bukan dipengaruhi iklim ekonomi global tetapi lebih kepada tidak adanya produk baru," jelasnya 

Corporate Secretary dan Public Relation The Great Asia Afrika, Intania Setiati, menambahkan, untuk harga tiket masuk obyek wisata pengelola mentarif Rp50 ribu perorang. Tiket itu sudah termasuk menyambangi tujuh wahana yang ada. Tarif berbeda berlaku jika wisatawan ingin menyewa pakaian tradisional atau menyantap kuliner khas dari berbagai negara itu.

"Di sini dilengkapi juga dengan keberadaan rumah tradisional, bangunan ikonik, mini zoo, lift, toilet, mushala dan fasilitas penunjang lainnya. Jadi memang kami ingin disini ramah anak, orang tua bahkan disabilitas,"terangnya.

Intan optimis obyek wisata family leisure dan wisata edukasi ini akan mencapai puncak kunjungan pada liburan akhir pekan, pergantian tahun dan libur Idul Fitri mendatang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar