Yamaha

Hapus Kepenatan di Leuweung Geledegan Ecolodge

  Minggu, 08 Desember 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Leuweung Gegeledegan Ecolodge. (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Bagi mereka yang paham bahasa Sunda, mendengar istilah “leuweung geledegan” langsung terbayang sebuah hutan yang sangat rimbun, gelap, misterius, agak menyeramkan, dan sedikit berbau mistis. Ya, wajar karena maknanya pun adalah hutan belantara. 

Namun, berbeda saat kamu masuk ke leuweung geledegan yang satu ini. Bayangan sebuah hutan yang gelap dan menyeramkan, sirna sudah. Tetapi, tetap kamu dapat merasakan atmosfer hutan yang hijau, udara bersih dan segar yang membuat senang paru-paru, serta pemandangan yang memanjakan mata. 

Namanya, Leuweung Geledegan Ecolodge. Adalah sebuah hotel berkonsep bumi perkemahan atau yang biasa disebut glamping (glamour camping). Lokasinya di Jalan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Bogor.

Resort tematik ini sengaja mengambil nama dari Bahasa Sunda. Selain letaknya di Jawa Barat, pengelola pun punya tujuan mengenalkan budaya lokal Sunda kepada para pengunjungnya. Mulai dari makanan-makanan tradisional, permainan tradisional, dan seni tradisional. Namun, bukan berarti tak tersedia makanan nasional dan internasional.

Kedua, restoran itu letaknya terpisah dengan “tenda-tenda” yang ada. Maka, jangan kaget kalau ada hansip membawa kentongan, datang ke tenda. Mereka hanya mengingatkan tamu bahwa waktu makan siang atau makan malam sudah tiba.

Direktur PT. Bogor Wahana Kreasi Rizal  Ginanjar Cahyaningrat, pengelola LGE menyampaikan, ada 82 lodge yang tersedia, dilengkapi dua restoran berkapasitas 50 dan 100 orang. Lodge-nya pun unik. Tampak seperti tenda tetapi memiliki fasilitas hotel berbintang. Pengunjung bisa tetap merasa dekat dengan alam. Menikmati segarnya udara pagi dan hembusan angin sejuk. 

Makin lengkap dengan pemandangan Gunung Salak di depan mata. Jadi, jangan kaget apabila di malam hari menjelang tidur, terdengar suara jangkrik, kodok, dan binatang malam lainnya. Sebuah suasana yang sangat langka didapatkan di perkotaan.

Fasilitas di Leuweung Geledegan ini lebih dari cukup. Ada kolam renang tematik, kawasan satu hektare untuk kegiatan outbound. Ada juga lima ruang pertemuan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk pernikahan. 

Bukan hanya itu, Rizal juga menyampaikan, hal yang berbeda dari Leuweung Geledegan ini ialah sisi edukasi bagi para pengunjung. Edukasi di sini lebih kepada penjelasan tentang berbagai tumbuhan yang ada di sekitar Leuweung Geledegan. Tanaman-tanaman itu juga bagian dari fasilitas pelengkap. Ada kebun buah-buahan dan taman bunga. 

Di kebun buah-buahan, pengunjung akan dikenalkan dengan berbagai jenis buah-buahan yang sudah jarang ditemui seperti sapote, magic fruits, berbagai jenis anggur, dan lainnya. Di taman bunga, ada jejeran bungai matahari, tabebuya, jackaranda, bungur sakura, dan lainnya. 

Pengelola juga menjual bibit-bibit tanaman tersebut, sekaligus membimbing cara merawatnya. Dalam menangani kebun buah dan taman bungai, serta penyediaan bibit, pengelola menggandeng petani buah dan bunga dari Cisarua (Bogor) dan Lembang (Bandung).

Pengalaman dan Kenangan

Selain bercengkrama dengan alam, LGE juga menyuguhkan pengalaman dan kenangan. Pengalaman bagi kalangan milenial dan menggugah kenangan bagi generasi yang lebih senior. Pengalaman dan kenangan itu dituangkan dalam berbagai hal seperti kuliner. Tak lupa, tersedia berbagai spot yang instagramable.

Untuk kuliner, pengelola menyiapkan makanan dan minuman tradisional tanah Priangan, di luar makanan nasional dan internasional. Beberapa makanan dan minuman jadul itu ialah kue balok, bandros, kue putu, bajigur, bandrek, sekoteng. 

"Yang menyajikannya adalah emang-emang yang memang sehari-hari berjualan makanan dan minuman tradisional tersebut. Kami sengaja bawa mereka ke sini agar pengunjung bisa berinteraksi dengan mereka. Ini akan menjadi pengalaman yang unik bagi kalangan milenial. Dan, bagi orang tua kalangan milenial, ini bisa menggugah kenangan," ungkap Rizal, saat ditemui, Sabtu (7/12/2019).

Bukan hanya itu, Rizal mengatakan, hal unik lainnya ialah hadirnya layar tancap atau kerap disebut misbar. 

"Sebelum bioskop merebak, orang-orang dulu kalau mau nonton film ya di layar tancap atau misbar alias gerimis bubar. Kenapa misbar? Karena lokasi layar tancap ini di luar ruangan, tanpa atap. Hanya kain dibentangkan sebagai layar lalu filmnya disorot ke kain itu. Kadang tidak ada kursi. Duduk ngampar di tanah beralaskan tikar. Ketika gerimis datang, penonton pun buar. Itulah misbar," lanjut Rizal.

Menurut Rizal, LGE cocok bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Saat akhir pekan, tentunya keluarga yang mungkin lebih banyak menginap. Atau rombongan dari berbagai daerah. Untuk weekdays, Rizal menyebut, target pasarnya ialah pemerintahan, swasta, dan anak-anak sekolah.

“Untuk weekdays, memang lebih ke MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) bagi pemerintah dan swasta. Kami menyediakan team building juga. Sementara anak-anak sekolah, ada edukasi soal lingkungan dan tumbuh-tumbuhan,” ucapnya. 

Berikut 9 hal Unik dan Istimewa yang bisa kamu rasakan saat berkunjung  ke Leuweung Geledegan Ecolodge

1. Kebon Kembang 

Area ini akan ditanami berbagai macam bunga langka yang jarang ditemui di Indonesia seperti : Bunga Sakura, Bunga Tabebuya, Bunga Bungur (Jepang), Bunga Jacharanda (Amerika Tengah) 

2. Kebon Buah-buahan 

Area ini akan ditanami berbagai jenis buah-buahan langka dari berbagai negara seperti  buah Mamey Sapote (Amerika Tengah), buah Anggur (Brasil) dengan 50 varietas, buah Tamarilo (Amerika Selatan). Area ini juga dijadikan spot edukasi bagi pengunjung atau tempat belajar dan penelitian kalangan pendidikan.

3. Layar Tancap Misbar 

Area Layar Lebar Misbar atau Gerimis Bubar nonton bersama di area hijau yang luas akan memberikan kenangan berarti bagi keluarga, teman dan rekan tercinta.

4. Hansip Keliling 

Pasukan keamanan berwarna hijau ini akan menjadi lonceng pengingat untuk makan siang dan malam dengan ciri khas bunyi pentungan kayunya.

5. Pedagang Keliling Makanan Tradisional

Sepanjang bermalam dan menginap pengunjung akan bertemu langsung dengan pedagang-pedagang makanan minuman khas sunda seperti : Kue Surabi, Kue Bandros, Kue balok,Kue Putu, Sakoteng, Bajigur, Bandrek.

6.Outbound 1 Hektare

Area seluas 1 hektar ini diperuntukkan untuk area bermain bersama dengan fasilitas-fasilitas outbound dan permainan tradisional seperti : Main Kaleci, Engrang dan lain-lain

7. Infinity Pool

Kolam renang etnik dengan pemandangan eksotis yang mempesona memanjakan anda bersama keluarga.

8.Edu Activity

Aktivitas edukasi ini akan diberikan setelah tamu melakukan Chekin lalu dipandu berkeliling untuk menikmati fasilitas dan mendapatkan penjelasan ilmiah tentang buah-buahan dan tanaman bunga.

9.Spot Selfie

Spot selfie yang instagramable dengan pesona alam dan pemandangan eksotis.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar