Yamaha

Virus Hog Cholera Buat Puluhan Ribu Babi di Sumut Mati

  Minggu, 08 Desember 2019
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 22.985 ekor babi di 16 kabupaten di Sumatera Utara terjangkit virus hog cholera. Jumlah ini tercatat pada Sabtu (7/12/2019) oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumut.

"Sampai saat ini, kematian babi positif karena hog cholera. ASF masih menunggu dari Menteri Pertanian," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPP Sumut Mulkan Harahap, seperti diwartakan Suara.com, Minggu (8/12/2019).

Dari 16 kabupaten, DKPP mengungkapkan, Deli Serdang merupakan yang tertinggi dengan angka 6.997 ekor dan paling sedikit dengan kasus kematian babi 12 ekor, yakni di Pematang Siantar.

AYO BACA : Pegawai KPK Harap Kabareskrim Anyar Ungkap Dalang Kasus Novel

Hog Cholera atau demam babi, merupakan penyakit pada babi yang disebabkan oleh virus dan seringnya berakibat fatal. Gejalanya adalah demam tinggi dan kelelahan pada babi.

Empat dari hingga tiga minggu setelah paparan, babi akan menunjukkan gejala demam. Selanjutnya cukup bervariasi, beberapa akan kehilangan napsu makan, depresi umum dan penarikan dari hewan lain, mata memerah dan kering, muntah, sembelit atau diare, batuk hingga kesulitan bernapas.

Dalam banyak kasus, kulit babi akan mengembangkan ruam, terdapat selaput lendir di mulut atau tenggorokan yang bisa meradang.

AYO BACA : 200 Starter Ramaikan Indonesia CBR Race Day 2019 di Sentul Bogor

Berdasarkan Britannica, penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar secara cepat. Ditularkan dari babi yang terinfeksi melalui banyak agen pengangkut, termasuk kendaraan yang mengangkut babi dari satu tempat ke tempat lain.

Virus ini juga dapat menular melalui pakan sisa babi yang terinfeksi, atau benda-benda peralatan peternakan atau pertanian, seperti truk, traktor, mesin yang terkontaminasi.

Bahkan, virus ini dapat ditularkan melalui manusia kepada babi, seperti perternak, atau hewan peliharaan, menurut studi dari Iowa State University.

Terkait kasus demam babi di Sumut, Mulkan Harahap mengatakan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi serta penguburan bangkai babi.

AYO BACA : 60 Desa di Kabupaten Bekasi Dinyatakan Kumuh

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar