Yamaha

Regulasi IMEI Berpengaruh Positif terhadap Minat Konsumen

  Sabtu, 07 Desember 2019
Ilustrasi IMEI.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah segera memberlakukan regulasi Internasional Mobile Equipment Identity (IMEI). Regulai IMEI ini dinilai memberi pengaruh positif terhadap minat konsumen untuk memiliki ponsel resmi.

“Rencana pemerintah untuk menerapkan IMEI ini sangat berpengaruh walaupun pemerintah baru akan menerapkan 18 April. Efek dari penerapan ini ternyata sudah berdampak ke konsumen untuk mulai mikir kalau beli baiknya yang bergaransi resmi,” ujar Director of Marketing and Communications PT Erajaya Swasembada, Djatmiko Wardoyo, di Jakarta, Jumat (6/12).

Menurut dia, regulasi IMEI juga menguntungkan negara dengan adanya potensi penambahan pendapatan dari pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen. Tidak hanya itu, Djatmiko melihat regulasi IMEI juga akan menguntungkan konsumen dengan adanya jaminan dan layanan purnajual yang jelas.

Rencana penerapan IMEI tersebut, bahkan sudah terlihat dalam peluncuran iPhone 11 Series yang resmi dijual Erajaya hari ini lewat Registration of Interest (ROI) yang telah dilakukan sebelumnya.

Namun, Djatmiko enggan mengungkap jumlah ROI dari iPhone 11 Series. Dia hanya menyebutkan iPhone 11 memiliki peminat yang paling besar dibanding iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max.

“Apple adalah produk yang high-value, tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan brand-brand yang secara value lebih rendah. Kita mengelola iBox sebagai monobrand store khusus Apple, Erafone sabagai multibrand,” kata Djatmiko.

Penjualan rata-rata iBox, lanjut Djatmiko, jauh lebih tinggi dibanding toko-toko Erafone lainnya. Value yang tinggi, menurut dia, tidak dapat dikaitkan dengan jumlah kontribusi.

“Yang kita lihat bukan melulu kontribusi, tapi dalam hal positioning, Apple punya portofolio. Value gede belum tentu kuantitasnya banyak. Industri ini ada high volume dan value,” kata dia.

Lebih jauh, Djatmiko berpendapat regulasi IMEI akan berdampak langsung pada jumlah penjualan ponsel di pasar gelap. “Pasti berdampak signifikan pengurangan BM di Indonesia. Kita sangat optimistis dan menyambut baik inisiatif ini,” ujar Djatmiko.
\n 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar