Yamaha

UPT Pembibitan Ternak KBB Ingin Jadi Farmentrepreneur dan Agrowisata

  Kamis, 05 Desember 2019   Tri Junari
Peternakan sapi. (istimewa)

GUNUNGHALU, AYOBANDUNG.COM -- UPT Pembibitan Ternak, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) diproyeksikan akan menjadi Farmentrepreneur dan Agrowisata selain menyokong potensi peternakan di wilayah selatan.

Kepala UPT Pembibitan Ternak, Dispernakan, KBB, Iip Kusyaman mengatakan, sejak berdiri tahun 2009 hingga kini UPT Pembibitan Ternak telah memiliki 70 ekor sapi potong.

Awalnya UPT ini hanya memiliki lahan satu hektare di Kampung Jambuhala, Desa Celak, Kecamatan Gununghalu. Tapi kini sudah berkembang menjadi empat hektare dengan rincian bangunan dan kandang satu hektare sedangkan sisanya adalah lahan pakan rumput.

"Kami berupaya untuk terus menggenjot potensi sapi potong di wilayah selatan KBB, karena memang potensinya luar biasa. Apalagi berdasarkan kajian Unpad, wilayah selatan KBB sangat cocok untuk pengembangan sapi potong. Saat ini di UPT ada sebanyak 70 sapi, setiap tahunnya telah berhasil membibitkan 20 sampai 25 ekor sapi," ujarnya, Kamis (5/12/2019).

Diakui Iip, selama ini KBB sudah sangat dikenal dengan populasi sapi perahnya di kawasan Lembang dengan keberadaan KPSBU. Sejalan dengan program pemerintah daerah dan daya dukung sumber daya alam di wilayah selatan seperti di Kecamatan Gununghalu, Sindangkerta, Cihampelas, Cililin, Cipongkor, dan Rongga kini populasi sapi potong sedang dikembangkan.

Dengan dukungan anggaran dari APBD sebesar Rp850 juta di tahun ini, pihaknya terus mengembangkan agar UPT Pembibitan Ternak bisa berkembang.

AYO BACA : Mahasiswa Indonesia Belajar Peternakan Sapi Modern di Australia

Kucuran anggaran itu dialokasikan untuk berbagai kebutuhan di UPT, salah satunya adalah untuk pakan dan konsentrat.

Mekanisme pengadaannya dengan cara lelang serta dilakukan pengujian kualitas secara periodik, sehingga pakan dan konsentrat yang dihasilkan komposisinya sesuai dengan kebutuhan.

Apalagi UPT Pembibitan ini juga berperan sebagai edukasi bagi masyarakat peternak, penerapan teknologi dan inovasi, serta penyumbang PAD.

"Terkait fungsi sebagai penyumbang PAD, tahun ini kami sudah berhasil 100% mencapai target yakni Rp150 juta. Semoga dengan dukungan anggaran yang lebih besar tahun depan target PAD bisa meningkat lagi. Meskipun dari jumlah personel di UPT masih kurang, karena hanya punya 2 PNS yakni kepala dan staf, 8 perawat ternak, dan 6 perawat kebun," tuturnya.

Menurutnya, hasil kajian dari Unpad serta rekomendasi Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) KBB, ke depan UPT Pembibitan Ternak bisa juga dikembangkan menjadi farmentrepreneur dan agrowisata.

Ini dikarenakan kawasan selatan sebagai sumber pakan rumput yang masih melimpah, ditambah kerja sama dengan masyarakat petani desa hutan wilayah Gununghalu untuk menanam hijauan pakan ternak.

"Konsep farmentrepreneur dan agrowisata ini sejalan dengan keinginan bupati yang sedang mengembangkan potensi wisata di selatan KBB. Nanti bisa saja ada populasi domba atau ternak hias lainnya, mengingat KBB juga punya potensi di ternak sapi potong dan ternak hias yang berhasil menjadi juara umum tingkat provinsi beberapa waktu lalu," katanya.

AYO BACA : Bandoeng Baheula: Bandoengsche Melk Centrale, Pusat Pengolahan Susu Termodern Hindia-Belanda

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar