Yamaha

Pelaku Travel Optimistis Bisnis Pariwisata di 2020 Lebih Cerah

  Kamis, 05 Desember 2019   Dadi Haryadi
Pelantikan pengurus ASITA Jawa Barat. (Ayobandung.com/Dadi Haryadi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Jawa Barat diyakini dapat mendongkrak indutri pariwisata jauh lebih baik. Kekondusifan yang diciptakan tiap eleman menjadi salah satu faktor mimpi itu dapat diwujudkan.

"Saya percaya 2020 akan lebih baik. Jadi ada trust yang kita bangun untuk wisatawan," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jawa Barat Budijanto Ardiansjah, Kamis (5/12/2019).

Namun begitu, Budi menyatakan dari sisi layanan dalam negeri alias domestik, masih terdapat kendala sehubungan dengan harga tiket pesawat yang masih mahal.

AYO BACA : Purwakarta Genjot Pertumbuhan UMKM Lewat Pariwisata

Dia pun mengungkapkan bahwa sampai saat ini penggunaan tiket masih banyak digunakan, hanya pembeliannya bisa di mana saja. Untuk itu, ASITA Jabar ingin agar fungsi travel agen atau biro perjalanan wisata dikembalikan sehingga pangsa pasar yang terambil online diharapkan bisa ditarik lagi.

"Ini menjadi pekerjaan rumah bagi DPW ASITA dalam menciptakan trust. Mereka harus bisa dipercaya sebagai biro perjalanan wisata. Makanya, berbagai promosi harus dilakukan," ujarnya.

Budi mengatakan, sebelumnya pernah terlaksana pertemuan lintas sektoral antara Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Pariwisata RI, Kementerian BUMN. Pertemuan yang membicarakan perihal pariwisata itu diharapkan mencetuskan kebijakan yang mendukung perkembangan pariwisata di Jawa Barat untuk tahun 2020.

AYO BACA : Genjot Sektor Wisata, Slogan 'Hayu Ameng ka Cianjur' Resmi Diperkenalkan

"Kuncinya, dengan adanya kompetisi bisnis penerbangan akan menciptakan harga tiket yang lebih murah," katanya menekankan.

Terkait digitalisasi pariwisata yang diproyeksikan Kemenpar RI, Budi mengungkapkan bahwa pemerintah akan memperhatikan kedaulatan data. Sebaiknya, situasi ini segera  dimanfaatkan sehingga UMKM bisa tetap hidup.

"Kita lebih baik membela seribu UMKM daripada satu koorporasi," ujarnya.

Namun baginya, pemerintah bisa lebih memperhatikan lagi perusahaan agen perjalanan wisata termasuk UMKM.

"Bahkan jauh lebih baik lagi jika ada insentif dan sebagainya sehingga bisnis pariwisata bisa tetap berjalan," katanya.

AYO BACA : Pemprov Suntik Rp2,5 Miliar, Pengunjung dan Sampah Curug Malela Meningkat

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar