Yamaha

Dengarkan Musik Saat Nyetir Ternyata Bermanfaat! Ini Faktanya

  Kamis, 05 Desember 2019
Ilustrasi. (pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Apalah Anda salah satu orang yang sudah mendengarkan musik saat berkendara? Ternyata mendengarkan musik yang dianggap berbahaya justru bermanfaat untuk mengontrol stres saat mengemudi.

Apalagi ketika Anda mengemudi di jalan yang padat dan macat. Tentu saja suasana seperti itu membuat bosan dan terkadang memancing emosi.

Para peneliti dilansir dari medicalnewstoday.com, menemukan bahwa tingkat stres dan emosional seseorang ketika mengemudi bisa dikontrol dengan cara mendengarkan musik.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa sering mengalami stres psikologis dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan. Kondisi ini memengaruhi hampir setelah dari orang usia 20 tahun ke atas di Amerika Serikat.

Salah satu sumber stres yang sering terjadi adalah mengemudi. Baik terkait lalu linta atau lainnya, stres saat mengemudi sering kali dialami oleh orang yang tidak beperngalaman.

Namun, apakah ini berarti bahwa orang yang mengemudi setiap hari akan mengalami masalah jantung, atau adakah cara sederhana untuk mengurangi stres saat mengemudi?

Menurut sebuah penelitian oleh São Paulo State University di Marília, Brasil, Oxford Brookes University di Inggris, dan University of Parma di Italia, ada caranya untuk mengurangi stres saat mengemudi.

Dalam jurnalnya Complementary Therapies in Medicine , para peneliti telah melaporkan hasil risetnya yang melibatkan pengemudi tidak bepengalaman. Mereka mencatat bahwa mendengarkan musik saat mengemudi membantu menghilangkan stres yang memengaruhi kesehatan jantung.

"Kami menemukan bahwa tekanan jantung pada peserta percobaan kami berkurang dengan mendengarkan musik saat mengemudi," kata penelti utama, Prof Vitos Engracia Valenti.

Pada hari lain, para peneliti kembali melakukan percobaan dengan para peserta di minta mendengarkan musik instrumental saat mengemudi. Kali ini peserta diminta mengemudi mobil yang bukan miliknya.

Langkah ini guna mengetahui tingak stres peserta ketika mengemudi mobil bukan miliknya sambil mendengarkan musik. Karena itu, peneliti juga meminta mereka memakai monitor detak jantung utnuk merekam variabilitas detak jantungnya secara real time.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa ketika peserta mendengarkan musik saat mengemudi dalam kondisi stres, mereka memiliki variabilitas detak jantung yang lebih tinggi. Berbeda ketika mereka mengemudi dalam kondisi stres tanpa musik apapun.

"Mendengarkan musik melemahkan stres moderat yang membebani para relawan yang mengalaminya saat mengemudi," jelasnya.

Sehingga peneliti mengatakan mendengarkan musik bisa menjadi tindakan pecegahan yang mendukung kesehatan kardiovaskular dan situasi stres berat, seperti mengemudi selama jam padat.

Adapun trik mendengar musik untuk mengatasi kebosanan selama mengendarai tanpa mengabaikan keselamatan.

1. Hindari mendengarkan musik dengan tempo cepat. Tempo musik yang sesuai dengan detak jantung, yakni 60-80 detak per menit adalah pilihan terbaik.

2. Musik yang lebih lambat seperti soft rock, jazz atau radio talk adalah pilihan terbaik saat mengemudi.

3. Hindari menghubungkan perangkat apapun ke sistem suara mobil yang harus dikontrol secara manual. Sebagian besar mobil modern menawarkan konektivitas bluetooth, yang memungkinkan pengemudi mengontrol volume musik.

4. Hindari mendengarkan musik dengan volume keras hingga tak mendengarkan suara di luar selama mengendarai.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar