Yamaha

Diduga Orang Tua Lalai, Tangan Balita Ini Terbakar Pengisi Daya Ponsel

  Rabu, 04 Desember 2019
Tangan bayi alami luka bakar akibat kesetrum. (Facebook/CPR Kids)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Seorang ibu di Amerika Serikat (AS) memperingatkan semua orang, khususnya orang tua mengenai bahaya sengatan listrik setelah anaknya menjadi korban. Ia menceritakan ketika anaknya mencoba memasang pengisi daya telepon.

Ibu yang tidak ingin disebutkan namanya dalam grup Facebook CPR Kids menceritakan kronologi putrinya terkena sengatan listrik ketika bermain pengisi daya ponselnya.

Ia bersyukur kondisi anaknya bisa cepat terselamatnya meski harus menjalani perawatan di rumah sakit pada 25 November 2019 lalu.

"Kondisinya akan jauh berbeda jika saya tak segera melihatnya. Sengatan listrik bisa saja mengancam nyawanya ketika memasukkan pengisi daya ponsel saya," ujarnya dikutip dari Fox News.

AYO BACA : Keterbatasan Ekonomi Hambat Balita Penderita Meningitis dan TBC di Cianjur Berobat

Beruntungnya, kejadian tersebut tepat di depannya, Sang ibu mengaku lengah hingga tak tahu anaknya berusaha mencolokan kabel pengisi daya ponselnya.

Ia menceritakan bahwa anaknya sudah mencolok salah satu ujung pengisi daya. Lalu anaknya terus berusaha memasukkan seluruhnya ke stopkontak yang bisa saja mengakibatkan sengatan listrik.

"Salah satu ujungnya sudah terpasang, dia mencoba memasukkan bagian lainnya ke stopkontak. Saat itu muncul percikan apik dan tamppak seperti asap hitam. Dia terdiam beberapa detik kemudian menangis," lanjutnya.

Wanita itu pun segera membawa anaknya ke rumah sakit. Dokter lantas menemukan ada luka di tangan anaknya yang tidak terlalu serius tapi cukup memengaruhi detak jantung anaknya.

AYO BACA : Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Banyak Mengintai Balita

Akibatnya, dokter menyarankan anaknya menjalani rawat inap sementara di rumah sakit agar para medis bisa memantau detak jantung putrinya.

Untungnya, anak kecil tersebut tidak mengalami luka serius selain luka bakar kecil di tangannya. Sang ibu lantas menceritakan betapa dia sudah mengusahakan kondisi rumahnya ramah untuk bayi tetapi tetap saja anaknya masih terluka.

"Meskipun rumah saya ramah untuk anak kecil, mulai dari penghenti pintu, gerbang bayi, penutup kompor dan lainnya. Tetapi, tetap saja bayi saya masih terluka. Mulai sekarang colokan listrik harus berada di tempat yang tersembunyi," ujarnya.

Postingannya pun mendapat banyak perhatian dari warganet. Orang-orang dari CPR pun memberikan saran tentang cara merawat anak-anak yang mengalami luka bakar akibat sengatan listrik.

Mereka menyarankan agar orang yang mengalami hal serupa menolongnya dengan cara memutus arus listrik lebih dulu sebelum memegang anaknya. Hal ini guna mencegah penolong juga terkena sengatan listrik.

Setelah itu, mereka menyarankan untuk bersiap mengikuti DRSABCD, karena cedera listrik dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan organ lainnya.

Menurut laporan bulan Juli tentang cedera listrik, sekitar 20 persen dari semua kasus cedera listrik di AS terjadi pada anak-anak. Sedangkan insiden tertinggi terjadi pada balita dan remaja.

AYO BACA : Prevalensi Bayi Kurang Gizi dan Anak Kurus Berkurang

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar