Yamaha

Sengketa Pilkades KBB, Ratusan Warga Geruduk Kantor Camat Cipongkor

  Senin, 02 Desember 2019   Tri Junari
Ratusan warga mendatangi kantor Camat Cipongkor karena dugaan politik uang dan kecurangan yang terjadi pada saat Pilkades Girimukti. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIPONGKOR, AYOBANDUNG.COM--Kasus dugaan politik uang dan kecurangan yang terjadi pada saat Pilkades Girimukti, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus bergulir dan kian memanas. 

Kali ini warga yang merasa tidak puas akan hasil pilkades dari massa pendukung calon kades nomor 01 mendatangi kantor Desa Girimukti dan kantor Kecamatan Cipongkor untuk menyerahkan bukti-bukti kecurangan.

"Kami menuntut keadilan kepada pihak Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) dan juga pihak kecamatan terkait dugaan kecurangan yang terjadi di Pilkades Girimukti. Apa yang kami sampaikan ini dengan bukti-bukti kuat dan juga ada saksinya," kata Koordinator Aksi, Arif Hidayat, Senin (2/12/2019). 

Menurutnya, aksi warga ini tidak ada yang menyuruh atau meminta tapi murni untuk menuntut keadilan. Warga menuntut dilakukannya pemilihan ulang atau perhitungan ulang. 

Dirinya menduga ada pengelembungan suara dari mulai daftar pemilih tetap (DPT) juga formulir C6 yang dilakukan oleh oknum aparatur aparat desa. Pasalnya ada yang tidak terdaftar di DPT tapi bisa mencoblos, sedangkan di sisi lain ada yang terdaftar di DPT tapi tidak bisa mencoblos.

AYO BACA : Minat Jadi Kades di Bandung Barat Tinggi

Warga sebelumnya pun sudah melayangkan bukti-bukti kecurangan dan dugaan money politic ke panitia pilkades tingkat desa, namun tidak digubris. 

Sehingga wajar jika akhirnya warga merasa kesal dan berbondong-bondong mendatangi kantor desa dan kecamatan untuk mengadukan persoalan ini. 

"Aksi ini murni karena warga menuntut keadilan dan transparansi Pilkades Girimukti, bukan persoalan menang dan kalah," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ayobandung.com, selain mengantongi bukti adanya dugaan money politic sebesar Rp500.000. Sejumlah warga juga tidak mendapatkan hak pilih pada Pilkades Girimukti, mereka mengklaim panggilan pencoblosan sengaja tidak dikeluarkan karena oknum P2KD mengetahui warga tersebut pemilih nomor 01.

Atas dasar itu, mereka terdiri dari Didin, Aliah, Saeful Rohman, Evi, Asiah di TPS 3, kemudian Irfan TPS 1, Khaerul TPS 3, dan Asep Ramdani, Amah, Ai Saadah di TPS 2 membuat pernyataan di atas kertas bermaterai.

AYO BACA : Pilkades di Bandung Barat Bau Politik Uang

Kapolsek Sindangkerta AKP Surahmat menyebutkan, kedatangan warga Desa Girimukti ke Kantor Kecamatan Cipongkor terkait pengaduan dari calon kepala desa nomor urut 01. 

Aspirasi yang mereka sampaikan sudah difasilitasi oleh Muspika dengan didampingi Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) dan juga BPD Desa Girimukti. 

Setelah aspirasi dan laporan bukti-bukti pilkades diterima warga kemudian membubarkan diri dengan tertib. 

"Situasinya aman, masyarakat menyampaikan aspirasi dengan tertib dan sudah ditampung oleh pihak kecamatan. Kalau untuk laporan soal dugaan money politic-nya tidak ada," sebutnya. 

Seperti diketahui Pilkades Girimukti, Kecamatan Cipongkor diikuti oleh dua calon yakni nomor urut 01 Encep Komarudin dan nomor urut 02 Asep Sugilar. 

Hasil penghitungan suara calon nomor urut 02 yang juga merupakan incumbent menang dengan selisih enam suara yakni atas nama Asep Sugilar mendapatkan 1.811 suara, sementara calon nomor urut 01 Encep Komarudin meraih 1.805 suara. 

Jumlah DPT keseluruhan 4.307, suara yang sah/hadir 3.616, dan suara tidak sah 18.

AYO BACA : Pilkades Bandung Barat, Petahana Kasih Ustaz Rp500 ribu

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar