Yamaha

Pemprov Suntik Rp2,5 Miliar, Pengunjung dan Sampah Curug Malela Meningkat

  Senin, 02 Desember 2019   Tri Junari
Seorang pengunjung duduk di depan Curug Malela. (istimewa)

RONGGA, AYOBANDUNG.COM -- Penambahan fasilitas baru obyek wisata Curug Malela di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memberi dampak positif pada peningkatan angka kunjungan wisatawan. 

Sayangnya, kurangnya sarana dasar wisata seperti ketiadaan air bersih di toilet, sarana dan rambu sampah, sempitnya area parkir dan warung yang belum tertata menjadikan Niagara Mini ini sedap di media sosial namun kapok saat didatangi.

Travel agent yang juga driver 4x4 wisata offroad, Nia Prima Kaniawati (34) mengaku, beberapa pekam lalu ia membawa wisatawan dari Jakarta mengunjungi Curug Malela.

Penambahan fasilitas shelter di obyek wisata Curug Malela tidak dibarengi dengan fasilitas dasar seperti tempat sampah di sepanjang area menuju shelter dan dasar curug.

Alhasil, begitu masuk area wisata banyak sekali sampah bertebaran dimana-mana didominasi sampah plastik. Bukan hanya di sepanjang jalan, sampah juga banyak terdapat pada aliran sungai sehingga wisatawan yang bermain sekitar sungai merasa risih.

"Tidak seperti yang ada dalam video maupun foto di media sosial, Curug Malela tampak bersih dan indah dari kejauhan. Namun, dari dekat sampah mulai dari pintu masuk hingga sampai dasar penuh dengan sampah," ujarnya, Senin (2/12/2019).

Nia menuturkan, kekecewaan juga terjadi saat membawa wisatawan mendekati dasar air terjun, pada batu-batu besar tempat wisatawan bermain banyak tersebar sampah plastik.

"Terus terang kaget juga bahkan saya pungut sampah dikumpulkan terus dibakar, wisatawan juga sedikit menyayangkan kondisi ini," katanya.

Sementara itu, aktivis lingkungan yang juga menjabat Ketua Trapawana Jawa Barat, David Riksa Buana menilai, Pembangunanan di Curug Malela yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menyisakan berbagai permasalahan yang perlu perhatian segera oleh instansi terkait.

AYO BACA : Penataan Objek Wisata Curug Malela Capai 85%

"Sungguh merupakan suatu hal yang sangat disayangkan jika pembangunan yang menelan biaya sekitar Rp2,5 miliar ini tidak diapresiasi dengan kesungguhan Pemerintah KBB untuk melengkapi fasilitas dasar bagi kenyamanan wisatawan," beber David.

Menurutnya, setelah ia melihat kondisi terkini Curug Malela ada beberapa fasilitas maupun pelayanan dirasa kurang menunjang obyek wisata unggulan. 

Yang pertama ialah area parkir diperlukan perluasan dan penataan, karena hiruk pikuk di lokasi sangat terlihat terutama hari libur.

Kemudian penambahan sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Sarana ini sangat vital untuk kenyamanan kepada wisatawan. Namun, kondisi hari ini sangat memprihatinkan dikarenakan tidak adanya sumber air.

Disamping itu yang tak kalah penting adalah sarana persampahan, sepanjang jalan dari area parkir sampai ke depan air terjun, tidak ada satupun tempat sampah, maupun rambu rambu kebersihan.

"Jika ada sarana dan rambu saya kira wisatawan akan lebih tertib, selain itu juga edukasi bagi wisatawan masih belum ada," jelasnya 

David juga menyoroti adanya bangunan baru shelter yang kini telah rampung dibangun. Kondisi shelter yang baru dibangun tidak dilengkapi sarana kebersihan dan sarana restauransi karena kondisi warung yang masih belum tertata. 

"Dari mulai bentuk, luas, warna dan lokasi. Kemudian juga sarana P3K/PPGD/Rescue, tidak ada sama sekali," paparnya.

David juga menilai pusat informasi dan pelayanan wisatawan belum refresentatif sebagai kantor pengelola wisata Curug Malela saat bertugas. 

AYO BACA : DPRD KBB Sidak Penataan Curug Malela, Akses Jalan Belum Tercover

Yang terakhir menurut David, keterlibatan masyarakat didalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan di wisata Curug Malela juga belum terlihat tertata dengan baik.

Padahal potensi dan peluang kesempatan untuk berusaha dan bekerja cukup menjanjikan, perlu dilakukan restrukturisasi dan peningkatan kualitas SDM dalam rangka mewujudkan pengelolaan yang, terarah, professional dan berkelanjutan

"Saya kira pemkab mampu, namun diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang selama ini punya komitmen positif terhadap pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Bandung Barat," ucapnya.

Dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kepala Dinas Pariwisata KBB, Sri Dustirawati menerangkan, tahun ini penataan Curug Malela dibiayai Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai Rp2,5 miliar.

Pemerintah KBB belum berencana menggelontorkan anggaran penataan didalam kawasan obyek wisata karena masih berkonsentrasi pada aksebilitas jalan menuju obyek wisata.

Anggaran dari pemprov itu untuk plasa berbentuk lingkaran dengan diameter 15 meter, shelter berukuran 4x4 meter sebanyak 8 unit dengan jarak masing-masing 50 meter.

Kemudian Pedestrian sepanjang 120 meter, Anjungan selfie berukuran 2x4 meter, Penataan taman, Toilet dan Jembatan sepanjang 3 meter yang menghubungkan plasa ke anjungan selfi.

"Jumlah kunjungan wisatawan ke Curug Malela dari bulan Januari-Oktober adalah 7.896 orang. Sementara dari bulan November sampai hari ini lebih dari 5.000 orang," jelasnya.

Sri mengimbau wisatawan untuk sama-sama menjaga kebersihan obyek wisata mengingat Curug Malela merupakan kawasan hutan lindung yang harus dijaga kelestariannya.

"Besar harapan kami untuk sama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar nyaman dinikmati wisatawan, perbaikan pelayanan akan kami terus lakukan sesuai kemampuan anggaran," katanya.

AYO BACA : Surga Bernama Curug Malela

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE