Yamaha

Masuk Musim Hujan, Hati-hati Nyamuk DBD

  Senin, 02 Desember 2019   Mildan Abdalloh
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab sakit DBD. (Pixabay)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit yang biasa terjadi di saat pergantian musim, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana mengatakan penyakit yang sering timbul saat perubahan musim diantaranya adalah batuk, pilek dan sakit mata.

"Kebanyakan saat musim pancaroba seperti saat ini yang harus diwaspadai itu penyakit berkaitan dengan saluran pernfasan dan pencercaan," tutur Grace, Senin (2/12/2019).

AYO BACA : Kasus DBD hingga Oktober Capai 110.921, Jawa Barat Tertinggi

Penyakit tersebut kata Grace bisa dicegah dengan pola hidup bersih dan sehat.

"Yang harus diwaspadai saat musim hujan adalah ledakan DBD. Jangan sampai terjadi," katanya.

DBD kata Grace bisa timbul karena pola hidup masyarakat yang tidak bersih, sehingga menyebabkan sumber DBD yakni nyamuk aedes aegypti berkembang biak.

AYO BACA : Warga Bandung Harus Waspada DBD

"Mayarakat harus melakukan pencegahan sendiri supaya tidak ada tempat yang bisa dijadikan tempat bertelur aedes aegypti," katanya.

Tempat yang biasa digunakan oleh nyamuk aedes aegypti bertelur adalah wadah-wadah yang terdapat air, karena nyamuk penyebar DBD tersebut tidak akan bertelur di air yang bersentuhan dengan tanah secara langsung.

Grace melanjutkan, foging yang biasa diminta oleh masyrakat saat ada kasus DBD, bukan solusi utama untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

Dia menjelaskan, foging hanya efektif meredam nyamuk selama 10 hari. "Kalau tiap 10 hari dilakukan foging, bisa merusak biota. Nyamuk juga akan mempunyai kekebalan. Paling efektif itu membiasakan pola hidup bersih," tutupnya.

AYO BACA : 7 Fakta dan Pencegahan DBD

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar