Yamaha

Agar Tak Tergerus AI, Ini Skill yang Dibutuhkan Sekretaris

  Sabtu, 30 November 2019   Nur Khansa Ranawati
Director of Communication & Alumni Relations SBM ITB dan pakar komunikasi, Nurlaela Arief. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Di era perkembangan industri 4.0, berbagai pekerjaan manusia perlahan disimplifikasi melalui kehadiran aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI), salah satunya sekretaris.

Saat ini, orang sudah dapat merancang jadwal pekerjaan, berbalas surel otomatis, melakukan notulensi, hingga merancang perjalanan tanpa bantuan orang lain, hanya melalui aplikasi.

Director of Communication & Alumni Relations SBM ITB dan pakar komunikasi, Nurlaela Arief, mengatakan, saat ini tren yang terjadi di sejumlah negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia adalah menurunnya permintaan terhadap profesi sekretaris. Hal tersebut disebabkan oleh perkembangan industri 4.0.

AYO BACA : 10 Pekerjaan yang Membahayakan Paru-paru Anda

"Kita cukup kaget dari hasil riset World Economic Forum 2018 menunjukkan bahwa tren profesi sekretaris dan asisten administratif permintaannya berkurang untuk di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara," ungkapnya, ketika ditemui di sela acara gathering dan diskusi berkala Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI) di hotel Luxton Bandung, Sabtu (30/11/2019).

"Sehingga sekarang sekretaris perlu terus mengembangkan diri agar tetap memiliki posisi strategis di perusahaan," tuturnya.

Nurlaela menyebutkan, kemunculan teknologi berupa berbagai aplikasi asisten pribadi tersebut secara umum mampu memudahkan pengerjaan aspek teknis dari profesi sekretaris. Dengan begitu, para sekretaris diharapkan dapat berfokus pada bidang pekerjaan lainnya yang lebih membutuhkan pemikiran strategis.

AYO BACA : Begini Tips Berburu Pekerjaan di Job Fair

"Para sekretaris harus dapat menguasai perangkat-perangkat tersebut karena dapat mensimplifikasi tugas mereka. Sehingga mereka bisa melakukan tugas yang lebih strategis," ungkapnya.

Meski demikian, bila skill dalam bekerja dan penguasaan teknologi tidak terus-menerus diasah, kemungkinan peran sekretaris tergantikan aplikasi bukan hal yang mustahil. Oleh karenanya, dia mengatakan, terdapat sejumlah skill yang harus dikuasai seorang sekretaris agar dapat terus bertahan menjalankan profesinya di tengah gempuran kemajuan teknologi.

"Agar sekretaris tidak kalah dengan robot harus menguasai tiga skill utama, yakni kemampuan kognitif luar biasa, memiliki kecerdasan sosial dan emosional, serta adaptif terhadap teknologi," ungkapnya.

Adapun yang masuk ke dalam kemampuan kognitif, dia mengatakan, meliputi pemecahan masalah serta pengambilan keputusan. Sementara itu, pada aspek kecerdasan sosial dan emosional, seorang sekretaris dituntut dapat berkomunikasi, bernegosiasi, serta berempati terhadap orang lain.

"Kemampuan riset dan memprediksi tren ke depan melalui informasi apapun seputar perusahaan mereka juga sangat dibutuhkan agar sekretaris tidak tergeser dan tergantikan oleh aplikasi," ungkapnya.

AYO BACA : Pekerjaan yang Diharapkan Milenials

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar