Yamaha

Kafe di Bandung Ini Banyak Lahirkan Pelaku Hiburan Hits Tanah Air

  Sabtu, 30 November 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Memasuki usia ke-15 tahun, Bober Cafe tetap bertahan di tengah sengitnya persaingan bisnis kuliner. (Ayobandung.com/Eneng Reni)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Memasuki usia ke-15 tahun, Bober Cafe tetap bertahan di tengah sengitnya persaingan bisnis kuliner.

Bermula dari modal Rp5 juta, tiga sekawan Theo Faybriean, Jodi Janitra, dan Bisma Kharisma, sepakat mendirikan usaha dengan konsep simpel. Bahkan menu yang dijual pun hanya sesimpel mi instan dan minuman-minuman ringan seadanya.

Pada masanya, Bober Cafe hit sebagai kafe paling ikonik dan jadi tempat nongkrongnya para kreator muda Kota Kembang.

"Sejak awal bikin Bober Cafe, saya, Jodi, dan Bisma sepakat untuk membuat kafe ini sebagai ruang komunitas. Jujurnya cuma beli es teh sama air mineral pun masih kita perbolehkan nongkrong di sini hingga berjam-jam. Makanya, sampai 15 tahun kafe ini tetap eksis dan didatangi orang-orang," ungkap Theo di sela ulang tahun Bober Cafe, Jumat (28/11/2019).

Bicara persaingan, Theo dan Bisma tetap optimistis kafenya tetap menjadi pilihan para kaula muda Kota Bandung.

AYO BACA : Kuliner Bandung: Cilok Mochilok, Bikin Ketagihan

Bober Cafe pertama kali buka 27 November 2004. Saat itu, para pemilik Bober Cafe merupakan anak muda yang hobi nongkrong sambil bermain gim atau main kartu. Karena itu, perlu punya tempat yang asyik dan cukup kasual untuk dijadikan tempat nongkrong.

Secara organik, mulailah terbentuk komunitas nongkrong, bersosialisasi sambil bermain gim atau kartu. Sejak saat itu, Bober Cafe mulai mengembangkan usahanya.

"Kita tumbuh dan tetap ada karena faktor x. Kita kadang merinding kalau ingat zaman dulu, kadang ada pengunjung yang sering nongkrong di Bober sampai subuh, kadang ada yang sampai nginap. Eh, sekarang punya karier sukses dan terkenal," paparnya.

Bisma menuturkan, tak hanya melahirkan banyak talenta musik, kafenya juga kerap menjadi cikal bakal dari lahirnya para komika, artis, hingga YouTubers. 

"Mungkin orang-orang enggak akan percaya kalau dulu Bober sering jadi tempat nongkrong orang-orang yang sekarang lagi hits. Dulu Ge Pamungkas Stand Up di sini eh ujung-ujungnya terkenal. Bahkan yang paling speechless keluarga Halilintar juga seminggu sekali ke sini sama anak-anaknya, dan mereka jadi keluarga tersukses di kanal YouTube," tuturnya.

AYO BACA : Kuliner Bandung: Enaknya Lumpia Basah Kwetiau

Theo melanjutkan, sepanjang perjalanan Bober, kafe ini selalu menjadi base camp dan rumah kedua bagi para seniman. Theo mengatakan, Bober lahir dan bertumbuh bersama beberapa komunitas ternama. Sebut saja Stand Up Comedy Bandung, Kajian Islami, Smule Community, Online Mobile Games, HIPMI PT Pengusaha Muda, Komunitas Pelari, Komunitas Radio, Komunitas baca puisi dan masih banyak lagi yang lainya.

Karena itu, pada perayaan Bober ke-15 ini, baik Theo maupun Bisma tetap berharap usaha yang rintisan mereka bertiga ini tetap menjadi ruang kreasi bagi para kreator dan komunitas. Tak cuma buat orang Bandung, tapi siapa pun wisatawan yang butuh ruang kolaborasi.

"Sejak dulu kami selalu terbuka, Bober itu rumah mereka, pintu kami terbuka lebar 24 jam. Kami juga akan selalu merangkul para komunitas yang pengin berkarya dan berkreasi di tempat ini," ujar Theo.

Selain itu, dengan adanya banyak tipe komunitas dan acara juga kegiatan kreatif yang bisa dilakukan di Bober, ketiga founder ini tetap menaruh harapan Bober Cafe tetap bisa eksis menembus zaman.

Mereka juga berharap, Bober Cafe bisa selalu diberikan kepercayaan oleh beragam komunitas yang ada untuk menjadi sebuah tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk berkumpul.

"Seberat apapun persaingan bisnis kuliner, kita berharap Bober akan tetap eksis sebagai kafe yang melahirkan banyak talenta. Dan kami juga akan selalu memperjuangkan sekitar 150 karyawan yang menghidupi keluarganya di kafe ini," tuturnya.

AYO BACA : Kuliner Bandung: 5 Tempat Makan Eskrim Enak di Bandung

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar