Yamaha

Masyarakat Tak Peduli Kepulangan Habib Rizieq

  Sabtu, 30 November 2019
Imam besar FPI Habib Rizieq Sihab. (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Mayoritas masyarakat Indonesia tidak peduli dengan bantuan pemerintah atas kepulangan Habib Rizieq Shihab.

Hal itu dipaparkan Direktur Eksekutif Parameter Indonesia Adi Prayitno mengenai survei wajah Islam politik setelah Pemilihan Presiden 2019.

“Sebanyak 31,7% responden menginginkan agar pemerintah membantu kepulangan HRS,” ujar dia, seperti diberitakan Republika, Sabtu (30/11/2019).

Dia mengatakan, jumlah yang menolak bantuan pemerintah atas kepulangan HRS atau agar menetap di Arab, tidak terlampau jauh jumlahnya, yaitu sekitar 22, 6%.

AYO BACA : Moeldoko Sebut Rizieq Tak Pernah Koordinasi dengan KBRI di Saudi

Sementara itu, sebanyak 45,7% tidak acuh pada bantuan pemerintah yang diharapkan terkait kepulangan HRS.

“Jadi, ada kecenderungan masyarakat tak peduli soal memulangkan HRS dengan bantuan pemerintah,” katanya.

Secara umum, survei dilakukan terhadap keputusan pemulangan HRS. Sekitar 34,6% menginginkan HRS agar pulang ke Indonesia. Sedangkan 19,5%-nya menginginkan HRS menetap di Arab Saudi.

Sebanyak 45,9% dari responden tidak terlalu peduli terkait bantuan pemerintah dalam kepulangan HRS dengan tidak menjawabnya.

AYO BACA : Lebih Adem Jika Ada Kepastian Habib Rizieq Pulang

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat terlampau tidak peduli dan sudah bosan pada isu ini,” ungkap dia.

Dalam survei tersebut disebutkan masyarakat yang memiliki media sosial menjadi kelompok yang paling menginginkan HRS agar pulang ke Indonesia.persentasenya 38,4%.

Dia mengklaim bahwa survei tersebut dilakukan dari batasan umur di bawah 20 tahun hingga di atas 60-an. Selain itu, survei dilakukan pada responden dengan berbagai latar belakang pendidikan.

Dari segi partai politik, pemilih partai di kubu Prabowo–Sandi, menjadi pihak yang paling menginginkan sagar HRS dipulangkan ke Indonesia. Sedangkan pemilih di partai koalisi Jokowi hanya memiliki perbedaan 2% saja antara dipulangkan atau di Arab saja, dengan mayoritas menginginkan agar di tetap Arab.

Adi menyebut, survei itu dilakukan pada 5 hingga 12 Oktober 2019.

AYO BACA : Reuni 212, FPI Mau Jemput Habib Rizieq di Arab

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar