Yamaha

Pemilihan Kepala Daerah Tak Langsung Akan Dibahas dalam Munas Golkar

  Jumat, 29 November 2019   Mildan Abdalloh
Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. (istimewa)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Munas Partai Golkar 3 Desember mendatang akan menjadi titik awal dalam menentukan sikap politik dan kebijakan kedepan.

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, sebagai partai yang tertua di Indonesia, Golkar harus menjadi partai yang  merespon perubahan politik.

"Perubahan politik itu reformasi. Melekan kedaulatan rakyat," tutur Dedi selepas pelantikan 199 Kepala Desa di Kabupaten Bandung, Jumat (29/11/2019).

Di dalam munas kata Dedi, salah satu yang akan dibahas adalah menentukan sikap dan respon terhadap issu-issu terhangat saat ini, yakni masalah pemilihan Presiden, Gubernur, Walikota dan Bupati.

AYO BACA : Ridwan Kamil Akui Pilkada Kembali ke DPRD Kurang Tepat

"Presiden, Bupati dan Wali Kota harus tetap dipilih oleh rakyat," ujarnya.

Sementara untuk pemilihan Gubernur, kata Dedi akan dibahas lebih jauh lagi, apakah tetap dipilih langsung, oleh Presiden atau DPR.

"Logikanya Gubernur itu perwakilan pemerintah pusat. Kalau Bupati atau Walikota, kenapa harus tetap dipilih oleh masyarakat, karena mereka melakukan layanan secara langsung kepada masyarakat," ujarnya.

Disinggung mengenai sikap politik, Dedi mengatakan semua DPD Partai Golkar di Jawa Barat telah menyatakan sikap secara tegas untuk mendukung kembali Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum.

"Jawa Barat Ke Airlangga. 27+1 (27 DPD II ditambah 1 DPD I) suara dari Jabar ke Airlangga," katanya.

AYO BACA : Wapres Minta Sistem Pilkada Dikaji Kembali

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar