Yamaha

Keren! Jam Tangan Bambu asal Jabar Tembus Manchester

  Kamis, 28 November 2019   Nur Khansa Ranawati
Ketua program Bambu Juara Bambu Jawa Barat (Baju Baja), Oki Hikmawan menunjukan jam tangan bambu produksi Jabar di gelaran Bambu Vaganza di Gedung Sate, Bandung, Rabu (27/11/2019). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Jam tangan berbahan dasar bambu hasil produksi dua desa di Jawa Barat, yakni Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmanggu, Bekasi dan Desa Muaradua, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi saat ini telah 'terbang' hingga ke kota Manchester, Inggris. Sebanyak 100 produk jam tangan yang diolah secara handmade tersebut saat ini dijadikan suvenir sebuah perusahaan di Manchester.

Ketua program Bambu Juara Bambu Jawa Barat (Baju Baja), Oki Hikmawan mengatakan, kedua desa tersebut merupakan desa yang telah dilatih melalui program Baju Baja untuk mengolah bambu di bawah kategori fesyen. Salah satu produk unggulanya adalah jam tangan bambu.

"Dua desa ini dijadikan zona fesyen, kemudian warganya berupaya membuat jam tangan handmade. Sekarang 100 jam tangan sudah dikirim Manchester karena perjuangan teman-teman kita di sana," ujarnya ketika ditemui Ayobandung.com di sela acara Bambu Vaganza di Gedung Sate, Kamis (28/11/2019).

Sebagaimana jam tangan pada umumnya, jam tangan bambu tersebut berbentuk lingkaran dengan rangka jam yang terbuat dari beberapa lapis bambu. Bambu yang digunakan telah dilapisi pelapis atau coating khusus sehingga nampak lebih mengilap dan tahan air.

Hal yang unik, selain warna dan material khas bambu-nya, bagian dasar penunjuk waktu di dalam jam tersebut dapat dipesan untuk diberi gambar sesuai keinginan. Selain itu, tali atau strap jam tangan tersebut juga tak melulu harus terbuat dari bambu, melainkan dapat dipadukan dengan kulit, kanvas, maupun tali lainnya.

Untuk jam tangan yang diproduksi di dua desa tersebut, Oki mengatakan, jenis bambu yang dipakai adalah bambu betung dan bambu tali. Meskipun, jenis bambu lainnya pun dapat digunakan untuk dijadikan bahan dasar jam tangan.

AYO BACA : Permintaan Bambu Meningkat

"Kalau sudah dibentuk seperti ini (jam) sebenernya tidak terlihat jenis bambu apa. Bambunya telah dilaminasi, dilem dan dipres. Ketebalannya bambunya bisa dibuat dua lapis ataupun tiga lapis," ujarnya.

Oki sendiri mengenakan jam tangan bambu dengan strap kulit dan aksen custom bergambar potret diri dan sang istri di bagian dalam jam. Dirinya mengaku jam tangan tersebut telah digunakan seama 3,5 tahun dan tetap awet.

"Selama ini tidak pernah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti muncul akar atau menghitam. Hal terpenting adalah proses treatment bambunya itu sendiri," jelasnya.

Saat ini, Oki mengatakan, proses produksi jam tangan di kedua desa tersebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Jam tangan bambu handmade masih terus diproduksi termasuk untuk perusahaan di Manchester yang dikatakan kembali melakukan pemesanan.

Adapun untuk pasar lokal, Oki menyebutkan sejauh ini transaksi dilakukan secara daring melalui pemesanan via laman web dan media sosial Instagram "Bambu Juara". Selain jam tangan, kedua desa tersebut dan puluhan desa dengan konsentrasi produk bambu lainnya telah memproduksi aneka ragam produk olahan bambu di bidang mebeler, konstruksi dan sebagainya.

Saat ini, produk-produk tersebut mulai didistribusikan ke berbagai hotel dan restoran hingga kantor instansi pemerintah di Jawa Barat.

"Hotel, restoran, kafe dan semua instansi pemerintah sudah mendapat surat himbauan untuk memiliki pojok bambu. Hal ini sebagai upaya memelihara kearifan lokal yang ada," jelasnya.

AYO BACA : Berdayakan Masyarakat Lewat Olahan Bambu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar