Yamaha

Jaring Tenaga Kerja ABK, PTDI Gandeng SLB

  Rabu, 27 November 2019   Tri Junari
Direktur Umum dan SDM PT DI Persero Sukatwikanto. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM--PT Dirgantara Indonesia (DI) membangun kemitraan dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Sentra Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Cimahi untuk menyiapkan disabilitas siap kerja.

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari implementasi Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyadang Disabilitas dan mensyaratkan kewajiban mempekerjakan penyadang disabilitas dengan porsi 1 persen untuk perusahaan swasta dan 2 persen untuk BUMN/BUMD. 

Direktur Umum dan SDM PT DI Persero Sukatwikanto mengatakan, tingkat serapan tenaga kerja disabilitas sampai saat ini masih rendah. Banyak perusahaan yang kebingungan mencari disabilitas yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri BUMN/BUMD.

Atas dasar itu, sebagai BUMN yang disyaratkan menyerap tenaga kerja disabilitas sebanyak 2%, PT DI bersinergi dengan lembaga pendidikan disabilitas agar sumber daya yang siap singkron dengan posisi yang tepat di perusahaan.

AYO BACA : PTDI Ekspor Pesawat NC212i untuk Thailand

"Undang-undang mengamanatkan perusahaan wajib merekrut tenaga kerja disabilitas. Kalau tidak ada MoU, sulit untuk mewujudkan link and match antara pencari kerja dan penyedia lapangan kerja," ujar dia, Rabu (27/11/2019).

Menurut Sukatwikanto, pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengarahkan sejak tahun lalu untuk kewajiban perusahaan wajib menyerap tenaga kerja disabilitas.

Namun, kerap kali serapan itu terkendala singkronisasi antara lowongan yang tersedia dengan disabilitas yang tidak sesuai spesifikasinya. 

"Tapi, saat dibuka lapangan kerja seperti kaget karena warga disabilitas belum siap, SLB belum siap. Ada pencari kerja tapi enggak cocok dengan kebutuhan di perusahaan. Makanya harus ketemu dengan SLB sebagai pencetak SDM disabilitas.Sehingga SLB bisa menyiapkan SDM yang cocok untuk dibekerjakan. Langkah itu harus dirumuskan, harus gayung bersambut antara sekolah dan pelaku usaha tidak terkecuali BUMN," imbuhnya.

AYO BACA : 5 Karyawan PTDI Terjerat Kasus Penggelapan Onderdil Pesawat

Sukatwikanto mengklaim PT DI sejauh ini sudah menyerap tenaga kerja disabilitas, meski rasio masih kecil jalinan kerjasama ini diharapkan

"Sudah ada tapi hanya 1-2 seperti karyawan di bagian IT dan olah data. Sedangkan untuk ditempatkan di bidang lain belum ada. Untuk pekerjaan lain harus kita rumuskan bersama antara antara pengelola sekolah disabilitas dan pengusaha," jelasnya.

Kepala SLBN 2 PK-PLK Cimahi Ridwan Solihin mengungkapkan hal sama, kerjasama dengan PT DI bisa mengawali kerjasama dengan BUMN ataupun perusahaan swasta sehingga dapat meningkatkan peluang penyerapan tenaga kerja disabilitas.

"Kita selalu berbicara hak disabilitas 2% untuk tenaga kerja tapi saat perusahaan mengiyakan dan  spesifikasinya apa ternyata tidak siap. Maka dicoba diawali kerjasama dengan BUMN karena kuota serapannya banyak," ujarnya.

Menurut Ridwan, sebetulnya rekrutmen tenaga kerja disabilitas berdasarkan kebutuhan perusahaan agak sulit. Jika tidak diproteksi UU, lanjut Rìdwan, anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mencari kerja akan tersisih. 

"Saya lebih baik berpikir penuhi saja kuota 2 % tidak harus sesuai kebutuhan. Bisa ditempatkan dimana saja, namun harus ada toleransi sesuai kemampuan dasar mereka. Kesempatan ini mudah2an menjadi pionir perluasan akses lapangan pekerjaan bagi warga disabilitas di Jawa Barat," katanya.

AYO BACA : Mengintip Pesawat N-250, Karya Habibie yang Terhenti

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar