Yamaha

Kawasan Kumuh di Cimahi, Ini Rinciannya

  Rabu, 27 November 2019   Tri Junari
Ilustrasi kawasan kumuh. (istimewa)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM--Kota Cimahi masih menyisakan kawasan kumuh seluas 75,80 hektare yang tersebar di 15 kawasan di 10 kelurahan. Kepadatan penduduk disinyalir menjadi salah satu penyebab daerah menjadi kumuh.

Kepala Seksi Penataan Pengendalian Perumahan dan Pemukiman pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Beny Gunadi membenarkan hingga kini masih ada wilayah kumuh meski setiap tahun sudah dilakukan upaya pengentasan.

"Kawasan kumuh masih tersisa 75,80 hektare lagi. Ada pengurangan setiap tahunnya," klaim Beny saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (27/11/2019).

Beny menjelaskan, ada sejumlah faktor sebuah kawasan disebut kumuh. Di antaranya bangunan yang tidak teratur, pengelolaan sampah yang buruk, tidak ada pengelolaan air bersih dan air limbah buruk, jalan lingkungan/setapak buruk, penanganan kebakaran hingga tidak tersedianya Ruang Terbuka Hijau (RTH).

AYO BACA : Kawasan Kumuh di Kota Bandung Paling Luas di Jabar

"Kita bisa merasakan kalau masuk ke satu wilayah pemukiman bangunannya banyak yang melanggar, terus sampah dimana-mana jalan lingkungan jelek, enggak ada septic tank, air bersih susah, itu pasti kumuh," jelas Beny.

Dikatakannya, setiap tahun Pemkot Cimahi melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait hingga bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi selalu berupaya untuk mengentaskan kawasan kumuh di Kota Cimahi.

Seperti melalui program Kotaku Tanpa Kumuh (Kotaku). Tahun lalu, Kota Cimahi mendapat bantuan hingga Rp5,1 miliar untuk penanganan masalah kawasan kumuh. Bantuan tersebut digunakan untuk berbagai aspek penunjang pengentasan kawasan kumuh.

"Jadi ada ke air bersih, jalan setapak, ke drainase ada roda/gerobak sampah, jalan setapak, septic tank komunal, itu dari bantuan Kotaku. Tahun depan juga dapat lagi Rp3,5 miliar," beber Beny.

AYO BACA : Tanah Warga Rp270 Miliar Dicaplok Pemkot Cimahi

Selain dari program tersebut, Pemkot Cimahi juga memiliki berbagai program yang secara tidak langsung mendukung pengentasan kawasan kumuh di Kota Cimahi. Seperti melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

"Itu kerjaaannya secara enggak langsung mengurangi titik kumuh juga," ucap Beny.

Namun, lanjut Beny, pengentasan kawasan kumuh bukan masalah perbaikan secara fisik saja, tapi harus ditunjang dengan prilaku sehat masyarakat Kota Cimahi. Sebab menurutnya, sebaik apapun penanganan, tapi jika pola pikir masyarakatnya enggan menjaga maka kawasan kumuh akan sulit dientaskan.

"Memang ini jadi tantangan buat kita, setelah bertahun-tahun kita mengerjakan, tapi kalau mindset-nya, masih buang sampah dimana aja padahal sudah disediakan tempat sampah kan percuma," katanya.

Untuk itu, pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat agar sama-sama mengentaskan kawasan kumuh. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat dan memelihara insfratuktur yang sudah dibangun.

Berikut rincian wilayah kumuh di Kota Cimahi.

1. Kelurahan Melong 1,66 hektare
2. Kelurahan Cibeureum 15,17 hektare
3. Kelurahan Utama 7,23 hektare
4. Kelurahan Leuwigajah 4,02 hektare
5. Kelurahan Cigugur Tengah 15,36 hektare
6. Kelurahan Karangmekar 0,99 hektare
7. Kelurahan Setiamanah 16,17 hektare
8. Kelurahan Padasuka 13,40 hektare
9. Kelurahan Cimahi 0,00 hektare
10. Kelurahan Cibabat 1,80 hektare

AYO BACA : Istri Wali Kota Cimahi Ajak Warga Belanja di Pasar Atas Baru

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar