Yamaha

[Cek Fakta] Penipuan Pinjaman Online dengan Modus Foto KTP

  Senin, 25 November 2019   Fira Nursyabani
Pesan berantai mengenai modus foto KTP untuk pinjaman online. (Instagram/@disdukcapilbdg)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Beberapa hari belakangan ini jejaring perpesanan Whatsapp ramai dengan pesan berantai mengenai modus foto kartu tanda penduduk (KTP) yang bisa disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan peminjaman online.

Dalam pesan itu disebutkan bahwa masyarakat harus waspada jika ada seseorang yang mengaku mahasiswa, meminta warga menunjukkan KTP dan memotretnya dengan alasan untuk dijadikan bahan skripsi. Diduga pelaku akan meminjam uang ke pinjaman online dengan menggunakan data dari KTP itu sehingga pemilik KTP yang akan ditagih.

Berikut bunyi pesan berantai tersebut:

Assalamualaikum wr.wb

Di mohon waspada untuk seluruh rakyat Jawa Barat terutama  wilayah
1. Bandung
2. Bekasi
3. Purwakarta
4. Cirebon 
5. Majalengka

Jika ada pemuda/pemudi yang  mengatas namakan dari universitas/perguruan tinggi dan meminta anda utk menunjukkan KTP dg alasan sebagai bahan untuk skripsi dan orang tersebut akan memfoto KTP anda, jangan diijinkan. Karena foto KTP tersebut di gunakan untuk peminjaman Online 

Ini sudah terjadi di wilayah" tersebut, mohon di waspadai bila ada seseorang meminta untuk menunjukan KTP dan dia ingin memfoto KTP anda.

*Berita ini langsung dari dispenduk Bandung

Meski mengatasnamakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, namun pesan berantai itu masih belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Melalui akun Instagram resminya, Disdukcapil Kota Bandung mengaku tidak pernah mengeluarkan pesan berantai itu. 

"Sehubungan dengan informasi yang tertera dalam broadcast di WhatsApp di atas, kami sampaikan bahwa Disdukcapil Kota Bandung TIDAK PERNAH MENGELUARKAN STATEMENT TERSEBUT," tulis dinas tersebut, Minggu (24/11/2019).

Meski demikian, Disdukcapil Kota Bandung tetap meminta warga untuk waspada terhadap berbagai upaya penipuan, terutama yang menyangkut dengan KTP. Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan memberikan nomor KTP dan kartu keluarga (KK) jika bukan untuk kepentingan pelayanan kependudukan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar