Yamaha

Memburu Kuliner Legendaris Bogor di Kampus IPB

  Minggu, 24 November 2019   Husnul Khatimah
Sebanyak 50 stan kuliner memeriahkan festival kuliner Kota Bogor di Halaman IPB University, Kampus Baranangsiang, yang digelar selama dua hari, 23-24 November 2019. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Sebanyak 50 stan kuliner memeriahkan festival kuliner Kota Bogor di Halaman IPB University, Kampus Baranangsiang, yang digelar selama dua hari, 23-24 November 2019.

Makanan khas Bogor yang disajikan di antaranya seperti tauge goreng, laksa, soto mie, soto kuning, mie ayam, mie glosor, doclang, cungkring, asinan Bogor, asinan jagung bakar, es pala, bir kotjok, es cincau, es doger, dan bajigur.

Harga kuliner yang ditawarkan dalam festival cukup terjangkau mulai dari Rp5.000 untuk minuman dan Rp10.000 untuk makanan.

AYO BACA : Anak Buruh asal Semarang jadi Wisudawan Terbaik IPB dengan IPK 3,97

Hadirnya festival kuliner ini disambut baik oleh warga. Terpantau selama dua hari penyelenggaraan, halaman IPB yang menjadi lokasi penyelenggaraan selalu dipadati pemburu kuliner.

Salah seorang warga, Haryati Hendrayani mengatakan sengaja mendatangi festival agar mudah mendapat kuliner legendaris yang diinginkan dalam satu lokasi.

"Ada banyak jajanan, mamfaatnya kita bisa mendapatkan banyak kuliner itu dalam satu tempat lokasi, dan beberapa kuliner legendaris itu sekarang-sekarang ada yang sulit dicari dan disini bisa ditemui," ujar Haryati kepada Ayobogor.com, Minggu (24/11/2019).

AYO BACA : Seluruh Kepala Desa akan Dikuliahkan di IPB

Sementara itu, Ketua Festival Kuliner Legendaris Kota Bogor, Muhammad Gozali mengatakan, festival ini bertujuan untuk melestarikan dan memasyarakatkan kuliner-kuliner legendaris yang dimiliki kota hujan.

"Ada sebanyak 10 kuliner legendaris dan 40 kuliner umum yang dihadirkan dalam festival kali ini dengan 50 peserta," kata Gozali.

Festival Kuliner Legendaris Kota Bogor Tahun 2019, kata Ghazali, dimeriahkan dengan kegiatan Cassava Choco Challenge yang diikuti 55 peserta dari masyarakat umum yang berasal dari Bogor, Jakarta dan Tasikmalaya.

Pemilihan cassava alias singkong dibanding talas, menurut Ghazali, karena olahan berbahan singkong asal Bogor sudah terkenal sejak dahulu, namun belum banyak tersentuh para pengusaha.

"Untuk masuk ke lokasi acara ini gratis, tidak dipungut biaya untuk siapapun," katanya.

AYO BACA : Mengenal Aqua Culture Lebih Dalam Melalui Aqua Fest IPB

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar