Yamaha

Prospek Bisnis Pembiayaan Mobil Bekas Masih Positif

  Minggu, 24 November 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
ilustrasi. (Pixabay)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Permintaan mobil bekas di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Walaupun berlabel bekas, mobil bekas memiliki keunggulan tersendiri sehingga diminati banyak orang.

Salah satu alasannya adalah harga yang jauh lebih murah dan pajak yang lebih murah. Karena itulah, bisnis pembiayaan jual-beli mobil bekas di Indonesia menjadi salah satu peluang bisnis potensial.

Hal ini terbukti dari perusahaan jasa pembiayaan swasta, BFI Finance yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi di pembiayaan untuk kontrak mobil bekas.

AYO BACA : Bank Bukopin Dukung Pemkot Jaksel Gelar Program Pembersihan Saluran Air

Area Manager Bandung PT BFI Finance Indonesia Tbk, Artha N. Wedhasmara menyampaikan, pencapaian di tahun 2019, pembiayaan BFI Finance area Bandung mencapai Rp279,7 miliar dari 10.120 kontrak. Angka ini 81% berasal dari pembiayaan mobil bekas, dan 19% dari pembiayaan motor bekas.

Pencapaian itu, lanjut Artha, diperoleh dari enam cabang di area Kota Bandung yakni di Jalan Soekarno-Hatta, Lengkong, Soreang, Ujungberung, Sarijadi, dan Cijerah.

"Kalau untuk Kota Bandung sendiri total pembiayaan mencapai Rp279,7 miliar dari 10.120 kontrak. Angka ini 81% berasal dari pembiayaan mobil bekas, dan 19% dari pembiayaan motor bekas. Dan memang kontribusi terbesar dari Bandung Raya," ungkap Artha ditemui di CFD Dago, Minggu (24/11/2019).

AYO BACA : Apresiasi Konsumen, BFI Finance Gelar Program Minggu Sehat di CFD Dago

Di sisi lain, Artha menyampaikan untuk Area Bandung, Cimahi, dan Garut, jasa pembiayaan BFI Finance total mencapai Rp413,4 miliar. Pencapaian pembiayaan ini lanjut Artha, didorong adanya pembiayaan untuk mesin, alat berat, dan mobil baru.

"Secara total kalau area Bandung mencakup sampai Cimahi dan Garut, total pembiayaan baru kami mencapai Rp413,4 miliar dan total jumlah kontrak baru sebanyak 12.586.  Pencapaian ini didorong karena adanya pembiayaan mesin, alat berat, dan mobil baru," katanya.

Karenanya, dengan pembiayaan yang mencapai 81%, Artha menilai, prospek pembiayaan mobil bekas sejauh ini masih memiliki potensi surplus dan pertumbuhan positif.

"Prospek ke depan untuk mobil bekas ini, di mana mobil masih dibutuhkan sebagai kendaraan masyarakat, kita masih optimis bahwa pertumbuhannya masih akan ada. Dan melihat banyaknya pembiayaan ada di mobil bekas ini karna range harganya masih variatif dan lebih banyak untuk mobil tipe passenger," lanjutnya.

Senada, Regional Manager Jawa Barat PT BFI Finance Indonesia Tbk, Stefanus Wibowo mengatakan, tantangan pembiayaan untuk pengadaan kendaraan bermotor roda empat atau roda dua, alat-alat berat, mesin, properti, dan lainnya masih cukup positif. Pasalnya, pihaknya optimistis untuk 2020, BFI Finance masih menargetkan petumbuhan dengan single digit.

"Tantangan ke depan selalu ada, tapi kita masih cukup positif karena masih berharap adanya pertumbuhan single digit. Karena kalau bicara target nasional kita menargetkan pertumbuhan single digit. Dan kalau seperti itu, pertumbuhan ke regional juga mengikuti sama aja karena hampir merata," ujarnya.

AYO BACA : Sekolah Didorong Pakai SIPLah dalam Pengadaan Barang dan Jasa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar