Yamaha NMax

Presiden Jokowi Minta Reformasi Perpajakan Terus Dilakukan

  Jumat, 22 November 2019   Dadi Haryadi
Suasana rapat terbatas bertopik

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Jokowi meminta reformasi perpajakan harus dilakukan untuk mendukung pembangunan ekonomi.

"Saya minta reformasi perpajakan di Direktorat Jenderal Pajak terus dilakukan mulai dari perbaikan administrasi, peningkatan kepatuhan, penguatan basis data dan sistem informasi perpajakan," kata Presiden saat membuka rapat terbatas bertopik "Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian" di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

AYO BACA : Pemerintah Targetkan Penerimaan Pajak 2020 Rp1.861,7 Triliun

Presiden juga meminta menterinya mengawal konsistensi dan keberkaitan antara reformasi perpajakan di tingkat pusat dengan pembenahan pengaturan pajak dan retribusi daerah.

Selain itu, implementasi insentif perpajakan dinilai Presiden penting dilakukan untuk mendukung peningkatan daya saing, penciptaan lapangan kerja.

AYO BACA : Presiden Jokowi Minta Insentif Pajak Lebih

Presiden juga mengingatkan penyederhanaan dan percepatan perizinan juga harus semakin ditingkatkan.

"Pemberian insentif perpajakan bukan satu-satunya penentu dalam rangka peningkatan daya saing kita, karena fasilitas insentif perpajakan harus berjalan beriringan dengan penyederhanaan dan percepatan perizinan investasi, sinkronisasi dengan perda yang mengatur pemungutan pajak daerah maupun retribusi daerah," demikian Presiden.

Kemudian untuk memaksimalkan penerimaan perpajakan pada era digital, Presiden pun meminta perlakuan yang sama dalam pemungutan pajak bagi pelaku usaha konvensional maupun e-Dagang.

AYO BACA : DJP Jabar I Bidik 1 Juta Wajib Pajak Baru

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar