Yamaha

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung Baru 12%

  Kamis, 21 November 2019   Nur Khansa Ranawati
Salah satu RTH Kota Bandung, Taman Babakan Siliwangi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Meski Kota Bandung getol membangun dan merenovasi ruang publik menjadi taman tematik dalam beberapa tahun belakangan, hal tersebut ternyata tidak membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung berada di angka yang ideal.

Persentase RTH saat ini masih berada cukup jauh di bawah aturan minimal besaran pada sebuah kota.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, saat ini jumlah RTH di Kota Bandung baru mencapai 12,15% atau setara dengan 2.032 hektare.

Padahal, berdasarkan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Pasal 29 poin 2 menyebutkan, 'Proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 (tiga puluh) persen dari luas wilayah kota.'

AYO BACA : RTH di Cirebon Baru 10%

Kepala DPKP3 Kota Bandung Dadang Darmawan mengatakan, tak mudah untuk memperluas lahan RTH di Kota Bandung. Angka ideal 30% tersebut, dia mengatakan, berasal dari dua sumber lahan yakni 20% RTH publik dan 10% RTH pribadi.

Saat ini, pihak Pemerintah Kota Bandung, kata Dadang, telah menguasai sebanyak 12,5% RTH publik. Perlu perluasan lahan RTH hingga 7,5% lagi untuk mencapai angka ideal atau setara 1.254 hektare lahan.

Namun, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Pihak Pemkot Bandung tak bisa hanya mengandalkan APBD untuk membeli lahan yang diperlukan.

"Sekarang misal satu meter lahan di Bandung Rp1 juta, maka untuk satu hektare saja kita butuh Rp10 miliar, besar kan," ungkapnya ketika ditemui di sela acara Hari Pohon Sedunia di area Kolam Retensi Gedebage Bandung, Kamis (21/11/2019).

AYO BACA : RTH di Kabupaten Bekasi Masih Minim

Oleh karena itu, dia mengatakan, saat ini Pemkot Bandung tengah mengupayakan untuk menarik RTH dari sejumlah pengembang perumahan maupun kawasan tertentu yang membangun proyeknya di Kota Bandung. Sebanyak 40% prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) harus disertai RTH.

"Total ada 13 hektare PSU yang akan masuk ke pemkot. Kalau ini diuangkan jumlahnya tidak sedikit," katanya.

Pihak Pemkot Bandung juga telah merevisi aturan bagi pengembang yang membangun kawasan di Kota Bandung sebelum 2013. Mereka dibebani tanggung jawab untuk menyerahkan PSU meski tidak mencapai 40%. Total sebanyak 570 pengembang memiliki kewajiban ini.

"Seluruhnya kalau berdasarkan hitung-hitungan mencapai 63 hektare," ungkapnya.

Selain itu, saat ini pun, Pemkot Bandung melalui Dinas Pangan dan Pertanian tengah berupaya menambah besaran RTH dengan menanam hingga 15.000 pohon secara serentak dalam momen Hari Pohon Sedunia yang jatuh pada hari ini.

Pohon-pohon tersebut terdiri dari berbagai jenis yang berbeda dan ditanam tersebar di 30 kecamatan se-Kota Bandung.

"Selain bisa mengambil polusi kota, mudah-mudahan pohon-pohon ini juga bisa membantu memenuhi kewajiban kota dalam membuat RTH. Di setiap kecamatan berbeda tanamannya, saya juga berharap ini bisa bermanfaat untuk ketahanan pangan," ungkap Wali Kota Bandung Oded M Danial.

AYO BACA : Dada Rosada Kembali Dipanggil KPK Terkait Suap RTH

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar