Yamaha Aerox

Kontak Dagang, Cara Pemkab Bandung Redam Barang Impor

  Kamis, 21 November 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi Impor. (istimewa)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Produk impor menjadi bayang-bayang bagi produk lokal. Pemerintah Kabupaten Bandung terus berupaya menemukan cara untuk meredam serangan produk luar yang terus membanjiri pasar lokal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Popi Hopipah mengatakan, salah satu cara yang dilakukannya untuk meredam produk impor adalah kontak dagang.

Kontak dagang kata Popi merupakan kerjasama yang dijalin antar pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.

AYO BACA : CAD Defisit, Jokowi: Masa Cangkul dan Pacul Harus Impor?

Dia mencontohkan, Kabupaten Bandung mempunyai produk peralatan pertanian, namun di daerah lain seperti Aceh, peralatan pertanian masih kekurangan.

"Kebutuhan peralatan pertanian di Aceh misalnya, bisa disediakan oleh Kabupaten Bandung yang mempunyai sentra pembuatan alat pertanian," tutur Popi, Kamis (21/11/2019).

Sebaliknya, produk yang melimpah di daerah lain, bisa menyuplai kebutuhan di Kabupaten Bandung.

AYO BACA : Impor Dihentikan, Potensi Pasar Cangkul Sangat Besar

Dengan pola kerjasama kontak dagang, Popi menilai peredaran barang impor bisa ditekan dan produk lokal bisa bertahan, bahkan berkembang.

Pada dasarnya, setiap daerah mempunyai keunggulan dan kekuranga masing-masing, sehingga jika dihubungkan dalam kerjasama kontak dagang, masing-masing daerah bisa saling melengkapi

"Rengan adanya kontak dangan seperti ini kami ingin lebih mengedepankan hubungan dagang antar pulau dan antar provinsi. Cakram ekonomi IKM bisa lebih dekat lagi," kata dia.

Menurut Popi, jika kontak dagang berjalan bagus, maka secara ekonomi taraf hidup perekonomian masyarakat Indonesia dan pelaku IKM akan lebih meningkat.

AYO BACA : Industri Tekstil Kabupaten Bandung Terancam Produk Impor

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar