Yamaha NMax

Korupsi Reses 2018 , Kejari Cimahi Periksa 8 Pejabat DPRD

  Kamis, 21 November 2019   Tri Junari
Ilustrasi (ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM--Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi memanggil delapan pejabat di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Cimahi ke Kantor Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Kamis (21/11/2019).

Mereka akan diperiksa kejaksaan terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi senilai Rp6,7 miliar berkaitan dengan kegiatan reses anggota DPRD Cimahi tahun 2018.

Pemanggilan itu dilakukan untuk meminta keterangan mereka terkait pembayaran jasa non PNS dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Cimahi tahun 2018. 

Delapan pejabat Setwan DPRD tahun 2018 yang dipanggil untuk dimintai keterangan adalah Budi Raharja yang saat itu menjabat Sekwan DPRD Kota Cimahi. Kemudian Yanuar Taufik, Lilik Kartiwa, Adia Ningsih, Firman Gultom, Heri Zaini, Tita Mariam dan Malasari Dewi.

"Agendanya pemeriksaan. Hari ini pemeriksaan 8 orang. 4 orang pagi, 4 lagi siang," terang Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Cimahi, Mila Susilowaty saat ditemui, Kamis (21/11/2019).

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com di Kejari Cimahi, sejumlah pejabat yang dipanggil sudah nampak hadir. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung. Terlihat dari luar pintu Staff Pidsus, penyidik tengah melakukan pemeriksaan terhadap Lilik Kartiwa yang pernah menjabat Kabag Umum dan Tata Usaha Setwan DPRD Kota Cimahi.

Mila menjelaskan, kasus ini baru tahap pemeriksaan awal menindaklanjuti  adanya laporan masyarakat terkait dana reses yang terlampau besar.

 "Tentang dana reses. Kerugiannya sementara Rp 6,7 miliar. Jadi informasinya anggota dewan ini menerima sekitar 80 juta lebih untuk satu kegiatan (reses). Itu sangat tinggi,," ungkapnya.

Ke depan, kata Mila, pihaknya juga akan memeriksa Anggota DPRD Kota Cimahi periode 2014-2019 yang saat tahun 2018 memanfaatkan dana reses tersebut.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar