Yamaha Aerox

Kemampuan Membaca Masyarakat Kabupaten Bandung Masih Rendah

  Rabu, 20 November 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi literasi. (Pxhere)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Kemampuan membaca masyarakat Kabupaten Bandung masih jauh dari rata-rata. Bahkan cenderung lebih menyukai berita-berita gosip dan hoaks.

Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung As As Masitoh mengatakan, berdasarkan hasil analisa dan survei yang dilakukannya, kekuatan membaca masyarakat Kabupaten Bandung masih jauh dari ideal.

AYO BACA : Hanya 60% Masyarakat Kabupaten Bandung Masih Membaca

"Kemampuan membaca masyarakat Kabupaten Bandung memang masih harus ditingkatkan lagi. Rata-rata dalam 5 menit, hanya bisa membaca sebanyak 157 kalimat dari ideal 250 kalimat," tutut As As, Rabu (20/11/2019).

Begitu juga dengan kekuatan membaca, menurutnya masyarakat Kabupaten Bandung hanya kuat membaca selama 1-2 jam per hari.

AYO BACA : Kegagalan Literasi Didorong Kebiasaan 'Hanya Baca Judul'

"Standarnya kekuatan membaca itu dalam sehari harusnya bisa mencapai 4 jam," katanya.

Bahkan lanjut As As, jenis bacaan yang dibaca masyarakat Kabupaten Bandung masih bersifat ringan.

"Bacaannya juga kebanyakan tidak bermutu. Seputar issu-issu gosip dan hoaks. Bahan bacaan yang tidak memerlukan analisa tajam, atau lebih ke hiburan," ujarnya.

Menurut As As, kurangnya kemampuan membaca masyarakat Kabupaten Bandung dikarenakan kemajuan teknologi yang serba digital. Termasuk makin maraknya penggunaan sosial media, sehingga membaca secara konvensional melalui buku semakin menurun.

"Orang lebih tertarik membaca digital dan ringan. Untuk yang berat-berat, ada keengganan dan cenderung kurang tertarik," ujarnya.

AYO BACA : Literasi Membaca Lewat Sepakbola

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar