Yamaha Aerox

Sidang Pembobolan BRI, Pengacara Duga Ada Persengkokolan

  Rabu, 20 November 2019   Faqih Rohman Syafei
Sidang kasus pembobolan Kas BRI cabang Tambun, Bekasi yang diduga dilakukan Asisten Manager Operasional dan Layanan (Amol) Ermansyah Putra kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (20/11/2019). (Ayobandung.com/Faqih Rohman Syafei)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Sidang kasus pembobolan Kas BRI cabang Tambun, Bekasi yang diduga dilakukan Asisten Manager Operasional dan Layanan (Amol) Ermansyah Putra kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (20/11/2019).

Sebanyak tiga orang saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umun (JPU) Kejati Jabar. Ketiganya yaitu Isman Ardina Kepala Cabang BRI, Tambun, Bekasi, Nazika Teller BRI, Tambun, Bekasi, dan Morristiana, Customer Service BRI, Tambun, Bekasi.

JPU Kejati Jabar, Slamet Riyadi mengatakan ketiga orang saksi sengaja dihadirkan dalam persidangan kali ini. Mereka bersaksi tentang perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa terkait perkara ini.

AYO BACA : Pembobolan BRI, Ekonom Sebut Fraud Bisa dari Internal

"Kesaksian mereka mendukung dakwaan," ujarnya saat ditanyai Ayobandung.com di lokasi, Rabu (20/11/2019).

Sementara itu, koordinator kuasa hukum terdakwa, Unggul Cahyaka mengatakan, pihaknya menemukan fakta baru terkait perkara ini. Disebutkan oleh saksi, bahwa audit yang menyatakan BRI mengalami kerugian berasal dari internal.

"Kami dapatkan fakta audit dilakukan oleh internal bank BRI, bukan audit yang diatur oleh UU di mana yang bisa mengaudit dan menentukan kerugian negara adalah BPK," katanya.

AYO BACA : Pembobolan Kas BRI Bekasi, Diduga Ada Keterlibatan Internal

Dia menilai keterangan para saksi belum bisa menjelaskan secara detail terkait perkara ini, bahkan menurutnya saksi hanya menduga-duga perbuatan yang dilakukan oleh kliennya.

"Yang kita belum jelas, ketika dilakukan opname 14 Januari ditemukan uang Rp700 juta dan ada pembukuan kurang klop Rp2 miliar dan sebagainya kalau di match ada potensi kekurangan Rp1,4 miliar," tuturnya.

"Tapi di luar itu artinya ada audit di satu sisi yang menegaskan ada dugaan kerugian BRI Rp13 miliar, cuman saksi-saksi tadi tidak tahu konkritnya diluar Rp1,4 (miliar) tadi. Saksi hanya menduga-duga dan tidak mengetahui kejadian kapan, yang melakukan sendiri siapa, dia hanya mendengar dan membaca dari hasil audit," katanya.

Unggul menambahkan setiap bank memiliki sistem yang dibuat sedemikian rupa untuk meminimalisir kesalahan, sehingga ketika ada kesalahan akan mudah terdeteksi. Dia pun menduga ada orang lain yang terlibat selain kliennya.

"Pasti enggak mungkin kalau lah itu dilakukan oleh seorang Ermansyah sendiri gak mungkin. Entah itu pembiaran atau persekongkolan dan sebagainya yang sedang kita cari, siapa pelaku di luar Erman itu," pungkasnya.

AYO BACA : Bobol Kas Bank BRI Rp13,8 Miliar, Ermansyah Putra Terancam 20 Tahun Penjara

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar