Yamaha NMax

Hanya 60% Masyarakat Kabupaten Bandung Masih Membaca

  Rabu, 20 November 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi membaca. (Congerdesign/Pixabay)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Kebiasaan membaca masyarakat Kabupaten Bandung masih rendah. Hal tersebut dikarenakan bahan pustaka yang belum banyak.

Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung As As Masitoh mengatkan idealnya dalam satu pekan, seorang warga bisa membaca sedikitnya 2 judul buku.

AYO BACA : Kegagalan Literasi Didorong Kebiasaan 'Hanya Baca Judul'

"Untuk kebiasaan membaca ini, baru 80%. Karena koleksi bahan pustaka baru ada sekitar 20.000 eksemplar, idealnya dengan penduduk 3,7 juta jiwa, harusnya bahan pustaka itu mencapai 7,4 juta eksemplar," tutur As As, Rabu (20/11/2019).

Jika dilihat dari jumlah penduduk 3,7 juta jiwa, kata As As, masyarakat yang biasa membaca hanya 60%. Itupun jika dibagi dengan jenis bacaannya jumlahnya tidak terlalu menggembirakan.

AYO BACA : Menumbuhkan Budaya Literasi Keluarga Melalui Dongeng

Dari 60% jumlah penduduk (3,7 juta jiwa), masyarakat yang membaca dari bahan konvensional seperti buku dan media cetak, hanya berjumlah 40%, sementara sisanya 60% mendapat bagan bacaan digital.

"Untuk yang digital, kebanyakan sumber bacaannya dari sosial media seperti facebook twitter, dan aplikasi perpesanan," ujarnya.

Dia berharap dengan pelbagai program yang ada, seperti adanya perpustakaan daerah, minat membaca masyarakat bisa lebih meningkat di 2020 dan 2021.

AYO BACA : Membaca sebagai Pekerjaan Serius

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar