Yamaha

Tasikmalaya Ubah Citruk yang Jadul Jadi Camilan Kekinian

  Rabu, 20 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Citruk khas Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Bukan hanya tutug oncom dan cilok, Tasikmalaya juga mempunyai camilan khas lainnya yang menggugah selera bernama citruk. Camilan yang berasal dari Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, ini sempat tenggelam terkalahkan oleh hadirnya camilan lainnya.

Namun kini, citruk hadir kembali dengan berbagai varian rasa dan pengemasan yang menarik. Popularitas Citruk kembali diangkat oleh Rizki Arifiandi (30) warga Bungursari, Kota Tasikmalaya.

AYO BACA : Menengok 'Kampung Tukang Cukur' di Tasikmalaya

“Citruk itu memang khas dari Kecamatan Bungursari, sempat menghilang karena popularitasnya kurang. Nah dua bulan terakhir saya dibantu istri mulai kembali memasyarakatkan citruk,“ kata Rizaki kepada Ayotasik.com, Rabu (20/11/2019).

Bahan-bahan dalam membuat cemilan citruk, kata Rizki, yakni perpaduan antara tepung tapioka, tepung terigu, garam, dan penyedap rasa. Seusai diaduk dan dibentuk menjadi bulat, bahan citruk selanjutnya dimasak berbentuk bulat pipih menyerupai kerupuk udang.

AYO BACA : Warga Tasikmalaya Kesulitan Dapatkan Biosolar

“Pengolahannya sama seperti kerupuk, Cuma bedanya kita sediakan berbagai rasa seperti rasa original, keju sama rasa pedas. “ tambahnya.

Selain menyajikan berbagai varian rasa, lanjut Rizki, ia juga mengemas camilan citruk dengan berbeda. Hal ini agar kehadiran citruk di masyarakat bisa diterima dan sebagai bagian dari stategi penjualan. Namanya pun dibuat seunik mungkin yakni The Citrux.

“Produksinya itu kita tiap Sabtu Minggu, karena saya sama istri juga kerja. Kita buat itu sampai 50 kg dan itu bisa habis kurang dari satu minggu. Kalau pemasaran kita di sosmed, sama reseller yang ikut membantu penjualan,“ ungkapnya.

Pengiriman cemilan citruk ini bahkan sampai ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Cirebon. Selain melalui sosial media, camilan citruk ini juga dipasarkan di beberapa toko penjual makanan khas Tasikmalaya.

“Ke depan kita ingin memasarkan di supermarket, muda-mudahan bisa masuk. Alhamdulilah bisa menyerap tenaga kerja juga jadi bisa bantu masyarakat sekitar rumah,“ paparnya.

AYO BACA : Menelisik Asal-usul Kampung Parawan di Tasikmalaya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar