Yamaha

Mahasiswi LSPR Ikut Gerakan Menyelamatkan Harimau Malaya bersama UiTM Malaysia

  Senin, 18 November 2019   Netizen Nadia Dyan Fahira
Peserta kegiatan CLAWS yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kepunahan Harimau Malaya. (Nadia Dyan Fahira)

AYOBANDUNG.COM -- Sekarang ini banyak sekali Margasatwa di dunia yang hampir punah, salah satunya Harimau Malaya atau yang dikenali sebagai Harimu Belang yang sekarang populasinya kurang dari 200 ekor.

Kesadaran mengenai pelestarian hewan ini tentunya dibutuhkan bukan hanya untuk orang asli, tetapi juga untuk seluruh masyarakat supaya bisa bersama–sama melestarikan Harimau Malaya.

Nadia Dyan Fahira, Dalilah Adani, dan Jenny  mahasiswi the London School of Public Relations, Jakarta, turut serta dalam kegiatan acara CLAWS yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kepunahan Harimau Malaya tersebut.

Program yang diselenggarakan mahasiswa Fakulti Komunikasi dan Pengajian Media Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia ini dilaksanakan  mulai dari 7 November 2019 sampai dengan 26 November 2019 dengan 3 rangkaian acara yang berbeda yang dilaksanakan di UiTM Puncak Perdana, UiTM Puncak Alam, UiTM Shah Alam dan satu kegiatan CSR bersama anak dari Panti Asuhan Telaga Kasih yang diselenggarakan dii Farm in the City.

Program ini merupakan salah satu program untuk menyelesaikan dalam mata kuliah PR Counselling Project dari mahasiswa tingkat akhir Public Relations di UiTM.

“Program ini sangat bermanfaat bagi banyak pihak, bukan hanya untuk warga Malaysia itu sendiri , tapi juga kami sebagai mahasiswa dapat belajar banyak dan lebih peduli terhadap hewan-hewan yang sudah hampir punah,” ujar Nadia.

Bagi Nadia dapat bergabung di kegiatan ini merupakan pengalaman yang berharga dan berharap bisa mengaplikasikannya ketika kembali ke Jakarta dan kegiatan ini sendiri akan menjadi kenangan yang sangat berharga pada saat melakukan kegiatan Exchange Students di UiTM, Malaysia.

Program ini melibatkan 44 orang mahasiswa termasuk 4 mahasiswa internasional asal Indonesia. Program kami juga mendapat dukungan dari beberapa Non-Governmental Organization, yaitu World Wildlife Fund (WWF) Malaysia, The Malaysian Conservation Alliance for Tigers (MYCAT), and rimau Hope for Malayan Tigers.

“Mahawiswa Indonesia sudah sering kali terlibat langsung di kegoatan yang berhubungan dengan masyarakat yang sering dikenal sebagai KKN atau juga PKL. Tetapi tema yang digunakan sangat jarang berkaitan dengan kelangsungan hidup hewan asli kita sendiri. Pada nyatanya kepedulian terhadap hewan yang hanpir punah belum sangat besar di masyarakat Indonesia padahal kita memiliki banyak sekali hewan asli dari Indonesia yang sudah hampir punah bahkan sudah ada yang punah,” tambah Nadia. Ia sendiri berharap akan adanya program tentang kepedulian dan pelestarian  terhadap margasatwa Indonesia.

Penulis: Nadia Dyan Fahira, Mahasiswi the London School of Public Relations, Jakarta.

Netizen :

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar