Yamaha

Ini Bakal Nama Alun-alun Kota Bogor

  Minggu, 17 November 2019   Husnul Khatimah
Taman Topi (ayobogor.com)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM--Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menggelar pembahasan bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah di Balai Kota Bogor. Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai pemberian nama alun-alun Kota Bogor yang akan dibangun di lahan eks Taman Topi mulai 2020 mendatang.

Para peneliti dan pengkaji tersebut berlatar belakang sebagai sejarawan dan budayawan. Mereka akan memberikan pandangannya terkait pilihan nama alun-alun yang memiliki luas lahan 1,7 hektar itu.

"Saat ini, kita sedang menyiapkan teknis terkait pembangunan alun-alun Bogor. Mulai Januari 2020 masa kontraknya habis. Kemudian kita akan lanjutkan dengan penataan, mulai dari pembokaran, penyesuaian desain termasuk penamaan alun-alun itu sendiri. Kami mengundang sejarawan dan budayawan untuk berdiskusi soal pemberian nama," ujar Dedie, Sabtu (16/11/2019).

Dedie mengungkapkan bahwa telah muncul dua usulan nama terkait alun-alun Kota Bogor. Usulan itu muncul dari Wali Kota Bogor Bima Arya dengan menamai alun-alun Kapten Muslihat. Sementara satu usulan lagi muncul dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menamai alun-alun Dewi Sartika.

"Kemarin sempat ada muncul nama dari Pak Wali, yakni alun-alun Kapten Muslihat. Tetapi ada masukan juga dari provinsi dengan menamai alun-alun Dewi Sartika. Nah kita sedang berdiskusi terkait dengan hal itu," katanya.

Kedepan, Dedie akan melakukan pertemuan lebih lanjut dengan membuat Forum Group Discussion bersama berbagai pihak. Hal ini dilakukan guna mematangkan perencanaan pada pembangunan alun-alun Kota Bogor yang nantinya terintegrasi dengan moda transportasi massal.

"Pada intinya yang kita diskusikan adalah terkait dengan alun-alun Bogor yang akan segera kita persiapkan untuk di bangun. Teknisnya kita akan membuat FGD dengan mengundang para budayawan, sejarawan, pakar, dan ahli untuk berkontribusi dalam memberikan saran dan masukannya. Apakah sebagaimana usulan dari Provinsi menamai alun-alun Dewi Sartika atau dibuat dengan nama lain," tegasnya.

Tahapannya sendiri, menurut Dedie, akan dimulai pada akhir Desember 2019 mendatang. Selain terintegrasi dengan layanan moda transportasi massal, alun-alun Kota Bogor akan terintegrasi langsung dengan Masjid Agung. Hingga saat ini, pihak Pemkot masih menunggu hasil keputusan akhir kajian dari Kementerian PUPR terkait evaluasi teknis oleh Pulitbangkim dan Komite Keselamatan Kontruksi.

"Proses pembangunan alun-alun menggunakan biaya senilai Rp 15 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tahapannya akan dimulai pada akhir Desember tahun ini dengan melakukan normalisasi saluran air di sekitar Dewi Sartika dan Nyi Raja Permas. Kemudian di awal Januari mulai pembongkaran termasuk jalannya proses lelang dan pembangunan. Diharapkan akhir tahun 2020, pembangunan sudah selesai," ungkapnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar