Yamaha NMax

ACT Masifkan Bantuan untuk Palestina Pascaeskalasi Serangan Israel

  Jumat, 15 November 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Branch Manager ACT Jawa Barat, Renno I. Mahmoeddin dalam konferensi pers, di Masjid Al-Imtiyaaz, Jumat (15/11/2019). (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

CIBEUNYI KIDUL, AYOBANDUNG.COM -- Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan memasifkan bantuan untuk Palestina sebagai aksi nyata kepedulian kemanusiaan di dunia Internasional. Hal ini disebabkan serangan udara dari Israel yang melintasi perbatasan Gaza terus digencarkan.

Branch Manager ACT Jawa Barat, Renno I. Mahmoeddin mengatakan, selain memakan korban jiwa, serangan Israel juga meluluhlantakkan sekitar ratusan bangunan di sepanjang Jalur Gaza. Karenanya, ACT mengecam kebiadaban Israel terhadap Palestina. ACT pun lanjut, Renno, melihat permasalahan ini bukan lagi masalah yang ringan karena sudah berlangsung setiap tahun dengan eskalasi yang semakin meningkat.

"Kita bisa bayangkan, kita tidur masih bisa pulas. Mereka bisa tidur pulas bahkan selamanya dan tidak akan bangun lagi karena tidak pernah tahu ada peluru atau rudal yang nyasar kesana," ujar Renno dalam konferensi pers, di Masjid Al-Imtiyaaz, Jumat (15/11/2019).

Karenanya, Renno mengatakan, Aksi Cepat Tanggap mengajak masyarakat untuk bersama membantu warga terdampak konflik kemanusiaan di Palestina.

"Nah ini yang sedang kita sampaikan kepada umat muslim dan seluruh rakyat Indonesia bahwa Palestina menjadi bagian dari saudara kita yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia dalam sejarah. Dan saatnya kita membantu. Tentu ini, bagaimana pun kita harus bisa membantu dengan ukhuwah bersama-sama," lanjur Renno.

Apalagi Renno menyampaikan, data per Kamis (14/11/2019), Al Jazeera menyebutkan serangan menimbulkan sekitar 32 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 82 jiwa menderita luka berat dan ringan di sejumlah wilayah Gaza.

AYO BACA : ACT Kirim 100 Relawan dan Bantuan ke Gaza Palestina

"Kondisi terakhir saat ini dari korban jiwa sudah lebih dari angka 40 dan kemungkinan itu masih bisa bertambah terus. Korban luka lebih dari 85 yang dicatatkan. Luka-luka berat tentunya, seperti disaksikan dalam video mereka patah tulang dan lainnya karena memang peluru dan bom,"  lanjutnya.

Karenanya ACT sudah mempersiapkan sejumlah bantuan yang akan diberikan untuk merespons situasi darurat terkini di Gaza, utamanya adalah bantuan medis. Hingga saat ini, Renno menyampaikan, ada beberapa bantuan yang telah disiapkan, yaitu posko First Response.

Posko ini digunakan untuk melayani dan menangani kasus gawat darurat untuk para korban.  Posko akan didirikan di beberapa kegubernuran di Jalur Gaza, khususnya yang berada di dekat perbatasan-perbatasan.

"Bantuan posko darurat yang sudah kita lakukan sejak hari Selasa kemarin. Sebenernya bukan baru kali ini, sejak 2008 pun sudak kita berikan bantuan namun memang serangan yang dahsyat di tahun ini saja sudah empat kali," lanjutnya.

Renno juga menyampaikan, ACT menyiapkan bantuan medis lanjutan bagi para korban yang membutuhkan penanganan lebih serius/operasi hingga bantuan penyediaan alat bantu prostetik (artificial limbs). Selain itu, ACT akan memberikan bantuan santunan bagi anggota keluarga yang ditinggal wafat karena menjadi korban agresi tersebut.

"Bantuan selanjutnya yakni medis tingkat lanjutan, operasi ringan maupun berat. Selain itu juga kami berikan santunan bagi keluarga yang ditinggal. Santunan kita akan berikan berupa bantuan logistik pakaian dan lain-lain," katanya.

AYO BACA : ACT Ajak Masyarakat Berdonasi Untuk Plestina

Bukan hanya itu, Renno juga menyampaikan, ACT akan memberikan bantuan gedung flat lima lantai untuk diisi 20 kepala keluarga. Adapun dana yang dibutuhkan untuk membangun rumah tinggal itu ditaksir akan memakan dana Rp5 miliar.

"Angka ini tidak besar jika ukhuwah kita kuat, kita sama-sama kita gerakan seluruh umat. Karena untuk rumah dan bangun-bangunan hancur pun cukup banyak sehingga yang kita ingin bangun empati bagaimana mereka bisa berteduh bagaimana mereka bisa tinggal," katanya.

Renno menyampaikan, ACT membuka posko kesehatan di perbatasan, termasuk memberikan layanan kesehatan mobile kepada warga Gaza ke beberapa klinik kecil, sekolah-sekolah atau pusat-pusat komunitas warga di Gaza. Hingga saat ini, bantuan penyediaan Bank Darah yang diinisiasi ACT juga dimanfaatkan untuk warga Gaza yang menjadi korban serangan.

Kolaborasi ACT dengan Central Blood Association di Khan Younis Gaza, tersedia di banyak titik di jalur Gaza, seperti di universitas, di masjid, dan di tempat umum lainnya. Sejak September lalu, ACT  telah menargetkan kesediaan 1.000 kantong darah untuk menyuplai kebutuhan pasien-pasien di Gaza. Hingga Desember nanti, 1.000 kantong darah ditargetkan mampu memenuhi jumlah kebutuhan darah di Gaza.

Oleh karena itu, Renno juga menyampaikan, program bantuan reguler yang sudah ada akan terus ditingkatkan. Karenanya pihaknya sudah berikan instruksi kepada relawan dan mitra-mitra di Gaza untuk memasifkan pendistribusian bantuan medis, kesediaan paket pangan, dan bantuan lainnya.

"Termasuk kita siapkan bantuan musim dingin. bayangkan dengan konsisi cuaca jangankan 2 derajat, 10 derajatpun saja kita tidak bisa tidur, bahkan menusuk ke tulang, makanan tidak ada belum lagi serangan dan ancaman peluru di mana-mana," lanjutnya.

Karenanya, Aksi Cepat Tanggap terus mengajak masyarakat dermawan untuk bersama membantu warga terdampak konflik kemanusiaan di Palestina. Masyarakat dapat berdonasi langsung melalui tautan bit.ly/sahabatdermawanACT atau salurkan melaui Bank Syariah Mandiri # 7068544313 rekening atas nama Aksi Cepat Tanggap.

"Angka ini tidak besar jika ukhuwah kita kuat, kita sama-sama kita gerakan seluruh umat. berharap bantuan dengan doa, kita tidak berhenti mendoakan. Kedua, mengajak saudara kita untuk berada di jalan dakwah, Siapapun. tentu dengan infak sadakah ini tentu akan berarti bagi saudara-saudara kita yang ada di dana," ujarnya.

AYO BACA : ACT: Palestina Berharap Indonesia Menjadi Penyelamat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar