Yamaha

Menelisik Asal-usul Kampung Parawan di Tasikmalaya

  Jumat, 15 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Kampung Parawan di Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Di Desa Lengkongjaya, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, ada nama satu kampung yang cukup unik. Kampung tersebut bernama kampung Parawan, yang dalam bahasa Indonesia berarti Perawan.

Ayotasik.com mencoba menelisik asal mula penamaan kampung ini. Penelusuran dimulai dengan mendatangi sesepuh kampung Parawan yang bernama Iji (85). Menurut Iji, Kampung Parawan ternyata tidak ada kaitannya dengan kata perawan.

AYO BACA : Misteri Makam Rusak Tasikmalaya, Warga Curigai Ilmu Hitam

Parawan diambil dari nama seseorang yang dinilai berjasa di kampung itu pada waktu dulu.

Iji menambahkan, berdasarkan cerita turun temurun dari orang tua, kampung Parawan diambil dari nama Pa Rawan, seorang tokoh kampung yang sukses dalam merantau dan membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat kampungnya.

AYO BACA : Mengenal Kampung Doser di Tasikmalaya

"Sanes seueur parawan jang, didieu oge randa mah seueur. Tapi dicandakna teh saur sepuh kapungkur mah ti nami Pa Rawan, tokoh anu dipikahurmat didieu (Bukan banyak perawan, di sini janda juga banyak. Tapi namanya, kata orang tua dulu, diambil dari nama Pa Rawan, tokoh yang dihormati di sini)," kata Iji kepada Ayotasik.com, Jumat (15/11/2019).

Suasana Kampung Parawan pun tidak jauh berbeda dengan kampung lainnya. Aktivitas ekonomi dan pertanian mewarnai kehidupan masyarakat Parawan.

"Pami bapak nuju ka Kota oge sok aya nu naros timana, diwaler ti Parawan Cigalontang, tah anu naros oge nyangkina seueur perawan di kampung bapak didieu (Waktu bapak ke kota juga banyak yang bertanya dari mana, dijawab dari Parawan Cigalontang. Nah yang nanya juga menyangka banyak perawan di kampung bapak di sini," tambahnya.

Sementara itu, kasi Kesra Desa Lengkongjaya Kecamatan Cigalontang Hanudin (51) menuturkan, kampung Parawan dihuni oleh 450 jiwa atau 185 kepala keluarga. Kebanyakan, usaha yang digeluti masyarakat yakni pertanian dan usaha perdagangan.

"Ada 1 RW dan 5 RT. Memang saya sebagai pendatang di sini, suasana kampunngnya itu nyaman, tradisi gotong royong masih ada. Suasana kampungnya juga sejuk karena banyak kebun warga," ucapnya.

AYO BACA : Warga Tasik Dihebohkan Video Histeris Korban 'Bank Emok'

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar