Yamaha Aerox

Salim Said Sebut Polisi Jadi Sasaran Utama Bom

  Jumat, 15 November 2019   Republika.co.id
Ilustrasi -- Petugas Kepolisian melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris di Jalan Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Rabu (16/9/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Pengamat militer dan pertahanan, Profesor Salim Said, mengatakan, polisi jadi sasaran utama bom oleh teroris. Dia menganggap hal itu lumrah karena setelah reformasi pihak yang menangani terorisme adalah kepolisian.

“Dulu kan di orde baru masih ditangani TNI, waktu masih dwifungsi. Sekarang ada di Kepolisian,” ujarnya, seperti diberitakan Republika, Rabu (13/11/2019).

AYO BACA : Terduga Teroris Dibekuk di Depok, Polisi Sita 7 Paspor

Dia menambahkan, setelah reformasi, urusan keamanan dan pengayoman penegakan hukum di Indonesia mulai ditangani oleh kepolisian. Karena itu, kepolisian yang berhadapan langsung dengan teroris.

Guru besar Universitas Pertahanan itu kemudian menyinggung UU TNI, bahwa Tentara sebenarnya bisa memberi bantuan terkait terorisme. Namun, belum ada aturan jelas di dalamnya. “Tentara kan tidak terlibat,” tambahnya.

AYO BACA : Istri Pelaku Bom Medan Rencanakan Aksi Teror di Bali

Dia mengatakan, selain alasan teroris menyerang kepolisian karena tanggung jawab pemberantasan teroris ada di pihaknya. Kepolisian nyatanya juga merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk menangani keamanan. Hal tersebut menjadi urgensi tersendiri bagi teroris.

Dia menambahkan, tentara tidak akan menjadi sasaran karena tidak ada sangkut pautnya bagi teroris.

“Sasaran utama adalah polisi, kan ga pernah denger asrama tantara di bom, ga ada kan?” katanya.

Kejadian serupa di Medan juga terjadi di Solo dan Cirebon. Dia menegaskan, semua pelaksanannya juga dilakukan dengan pola yang sama.

“Secara logika, ke depannya kepolisian juga akan mendapat konsekuensi tersebut,” tuturnya. Oleh sebab itu, dia meminta agar kepolisian lebih waspada.

AYO BACA : Terduga Teroris di Cianjur Tukang Servis Komputer

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar