Yamaha NMax

Hanya 43% Peserta BPJS Kesehatan yang Patuh

  Kamis, 14 November 2019   Mildan Abdalloh
Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan. (Antara)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Tingkat kepatuhan pembayaran premi BPJS Kesehatan di Kabupaten Bandung masih rendah.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Soreang, Fahrurozi mengatakan dari 3,5 juta jiwa penduduk Kabupaten Bandung, sekitar 78,09% telah menjadi peserta BPJS Kesehatan. Jumlah tersebut setara dengan 2,76 juta jiwa penduduk Kabupaten Bandung.

Sebagian besar peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Bandung merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI), baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

AYO BACA : Iuran BPJS Kesehatan Naik, Warga Kabupaten Bandung Pilih Turun Kelas

"PBI dari pemerintah pusat jumlahnya 1.323429 jiwa, peserta PBI yang dibiayai pemerintah daerah sebanyak 1.01331 jiwa," tutur Fahrurozi, Kamis (14/11/2019).

Sisanya merupakan peserta penerima upah (PPU) sebanyak 685.275 dan peserta umum berjumlah  44.2110. Selain itu terdapat juga PPU dari PNS, TNI/Polri sebanyak 141.012 jiwa.

Dari 44.2110 peserta umum, sebagian besarnya kurang patuh dalam membayar premi tiap bulan.

AYO BACA : Tunggakan BPJS Kesehatan ke RSUD Kota Bandung Mencapai Rp40 Miliar

"Yang lancar membayar premi hanya 43%. Kami telah melakukan pelbagai upaya untuk mengingatkan," katanya.

Ada beberapa alasan tingkat kepatuhan membayar premia secara rutin yang rendah tersebut, seperti tidak asa uang, atau hal lainnya.

Kalaupun tidak ada uang, sebenarnya peserta BPJS Kesehatan umum bisa menurunkan kelasnya dengan syarat lama kepesertaan lebih dari satu tahun.

Hal yang paling penting kata Fahrurozi adalah kepatuhan dari peserta BPJS. Biasanya banyak peserta dari jalur umum hanya mendaftar ketika membutuhkan fasilitas medis.

"Yang harus menjadi perhatian jangan sampai mendaftar jadi peserta ketika memang perlu untuk berobat. Kemudian preminya tidak dibayar lagi. Agar tidak menunggak sebaiknya dari awal saja mendaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh pemerintah pusat dan daerah," katanya.

AYO BACA : MPR Minta Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Tidak Dinaikkan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar