Yamaha NMax

Pemerintah Ajukan 3 Syarat Baru untuk Jadi Pengemudi Ojek Daring

  Kamis, 14 November 2019   Republika.co.id
Sejumlah pengendara ojek daring saat melintas di Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Kamis (14/11/2019). Kementerian Perhubungan mengajukan tiga syarat baru untuk menjadi pengemudi ojek daring. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajukan tiga syarat baru untuk menjadi pengemudi ojek daring.

Hal tersebut menyikapi kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan yang pelakunya memakai atribut ojek daring.

AYO BACA : Atributnya Dipakai Aksi Teror di Medan, Ojol Bekasi Geram

Budi menjelaskan, tiga syarat tersebut diharapkan bisa diterapkan masing-masing aplikator. Dengan begitu, dugaan adanya keterlibatan pengemudi pada kelompok radikal bisa diminimalisasi.

Tiga syarat tersebut, kata Budi, antara lain saat wawancara perlu adanya tatap muka. Kedua, perlu ada rekomendasi teman yang sudah lebih dulu di ojek daring, dan ketiga evaluasi harian.

AYO BACA : Akibat Video Syur, Gisella Batasi Main di Media Sosial

"Evaluasi ini perlu, medsos mereka juga perlu dipantau. Selektif dalam pemberian jaket seperti itu juga penting.," ujar Budi, di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Budi menjelaskan, dalam tiga hari ke depan pemerintah masih akan membahas persoalan ini dengan para aplikator. Harapannya, aplikator bisa mendukung.

"Jadi nanti apa yang bisa dilakukan aplikator kita dukung. Tetapi nanti jika memang perlu adanya rekomendasi yang mengikat nanti kami juga penuhi," ujar Budi.

Dia juga mengimbau agar aplikator rutin melakukan pemantauan terhadap mitra yang aktif. Hal tersebut untuk mencegah kemunculan orang yang mencurigakan.

"Karena biasanya kalau ada orang yang berkegiatan seperti itu dia ada kelainan. Karenanya kami akan panggil aplikator dan evaluasi. Mereka kami minta bikin Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat," ujar Budi.

AYO BACA : Jumlah Pengemudi Ojek Daring Akan Dibatasi Pemerintah

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar