Yamaha NMax

Jumlah Pengemudi Ojek Daring Akan Dibatasi Pemerintah

  Kamis, 14 November 2019   Republika.co.id
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kementerian berencana membatasi jumlah pengemudi ojek daring. (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Perhubungan berencana membatasi jumlah pengemudi ojek daring. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, saat ini sudah melakukan pembahasan dan diskusi internal mengenai rencana tersebut.

"Sekarang aplikator bukan cuma dua, banyak yang lain kalau terlampau banyak aplikator potensi penambahan mitra (pengemudi ojek daring) akan lebih banyak," kata Budi di Gedung DPR, Rabu (13/11/2019).

Dia menjelaskan, prinsip dalam transportasi yakni pasokan harus sesuai dengan permintaan. Kalau banyak aplikator, kata Budi, sudah dipastikan akan ada penambahan jumlah pengemudi ojek daring bahkan juga taksi daring.

AYO BACA : Soal Bom Medan, Menhub: Jaket Ojol Dijual Bebas

Sementara hal tersebut nantinya dikhawatirkan akan berdampak negatif sehingga pembatasan perlu dilakukan.

"Banyak pengemudi kemudian demand-nya tidak begitu tumbuh cepat," ujar Budi.

Karena itu, Budi menegaskan, persoalan tersebut harus diantisipasi. Meski begitu, dengan adanya operasional transportasi daring dari aplikator Grab Indonesia dan Gojek masih dalam batas aman.

AYO BACA : Menhub Minta Aplikator Ojek Online Perketat Seleksi

Hanya saja, Budi memastikan akans melihat kembali apakah kedua aplikator tersebut masih membuka rekrutmen lagi.

"Saya minta personel saya coba daftar nanti diterima atau enggak," tutur Budi.

Budi mengatakan, aturan mengenai pembatasan pengemudi ojek daring belum diatur. Menurutnya, jika ada pembatasan ojek daring harus merevisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan karena sepeda motor tidak diatur sebagai transportasi umum.

"Apakah (ojek daring) jadi kendaraan umum atau enggak? Nanti akan direvisi tergantung DPR," ungkap Budi.

AYO BACA : Menhub Panggil 2 Operator Ojol Terkait Bom Medan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar