Yamaha NMax

Kualitas Air Citarum Dipantau Drone dan Robot Sensor

  Rabu, 13 November 2019   Mildan Abdalloh
Dua petugas menunjukan drone dan robot sensor untuk memantau kualitas air Sungai Citarum. (Mildan Abdalloh/Ayobandung.com)

BOJONGSOANG, AYOBANDUNG.COM -- Kualitas air Sungai Citarum di wilayah Sektor 6 akan dipantau dengan menggunakan sensor yang dipasang di drone dan robot. Sensor tersebut merupakan hasil pengembangan Telkom University. 

Direktur Penelitian Pengabdian Masyarakat Telkom University, Angga Rusdinar mengatakan penerjunan drone dan robot sensor kualitas air tersebut untuk membantu TNI dalam melihat perkembangan kualitas air di Sungai Citarum Sektor 6.

"Drone dan robot akan ditempatkan di titik tertentu Sektor 6 untuk melihat kualitas air secara ril time," tutur Angga, Rabu (13/11/2019).

AYO BACA : Dana Bank Dunia Rp1,4 Triliun untuk Citarum Cair Februari 2020

Cara kerja dari sensor tersebut kata Angga adalah mengukur baku mutu air, baik itu PH, suhu, kadar besi dan kekeruhan.

Drone yang digunakan telah dirancang bisa mendarat di atas air tanpa tenggelam. Sensor yang terpasang akan mulai melakukan pengukuran baku mutu air yang hasilnya dikirimkan secara langsung kepada alat pengendali.

Cara kerja yang sama juga dilakukan oleh robot air. Sensor tersebut juga bisa dipasang di perahu milik TNI untuk melakukan pengecekan kualitas air di titik tertentu.

AYO BACA : TNI Bergerak, Rakyat Tergerak Wujudkan Revolusi Mental Citarum Harum

"Harapannya dengan mengetahui baku mutu di titik tertentu, bisa membantu TNI dalam menjalankan tugasnya pada program citarum harum," ujarnya.

Dia mencontohkan, jika di titik tertentu ternyata baku mutu air melebihi ambang batas, pihak TNI bisa melakukan penelusuran, seperti adanya limbah industri yang dibuang tanpa diolah melalui IPAL.

Selain itu, dengan penggunaan sensor pengukur baku mutu, bisa didapat juga data terbaru kualitas air di sungai citarum.

Dansektor 6 Citarum Harum, Kolonel Arh Dodo Imanto mengatakan dengan penggunaan sensor air akan membantu pihaknya menentukan langkah dalam mewujudkan Citarum Harum.

Dengan keterlibatan banyak pihak, menurut Dodo, bukan tidak mungkin penyelelesaian permasalahan di Sungai Citarum bisa tercapai sebelum target yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, yakni tujuh tahun.

AYO BACA : Polisi dan DLH Tindak Industri Pembuang Limbah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar