Yamaha

Pembobolan Kas BRI Bekasi, Diduga Ada Keterlibatan Internal

  Rabu, 13 November 2019   Faqih Rohman Syafei
Dua saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar dihadirkan dalam sidang kasus pembobolan Kas BRI Bekasi senilai Rp13,8 miliar yang diduga dilakukan Asisten Manajer Operasional dan Layanan (Amol) BRI KCP Bekasi, Ermansyah Putra, di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (13/11/2019). (Ayobandung.com/Faqih Rohman Syafei)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Sidang kasus pembobolan Kas BRI Bekasi senilai Rp13,8 miliar, yang diduga dilakukan Asisten Manajer Operasional dan Layanan (Amol) BRI KCP Bekasi, Ermansyah Putra kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (13/11/2019).

Pada sidang kali ini, sebanyak dua orang saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar dihadirkan. Keduanya yaitu Arya Qudni sebagai Residen atau Auditor dan Agus Mujahidin Supervisor (SPV) Layanan BRI Bekasi.

JPU Kejati Jabar, Slamet Riyadi mengatakan kedua orang saksi yang dihadirkan menjelaskan tentang perbuatan yang dilakukan oleh Ermasyah Putra terkait perkara ini.

"Saksi ini dari pihak bank, karyawan. Mereka menjelaskan perbuatan terdakwa seperti ini, seperti ini," ujarnya kepada Ayobandung.com di PN Bandung, Rabu (13/11/2019).

Sementara itu, koordinator kuasa hukum terdakwa, Unggul Cahyaka mengatakan perbuatan yang diduga dilakukan kliennya tidak mungkin atas inisiatif sendiri. Dia menduga ada pihak lain ikut terlibat.

AYO BACA : Bobol Kas Bank BRI Rp13,8 Miliar, Ermansyah Putra Terancam 20 Tahun Penjara

"Saya garis bawahi di prosedural keluar masuknya uang sudah ada sistem. Artinya tidak mungkin, terdakwa sebagai Amol bisa bertindak sendiri tanpa ada pihak lain. Mungkin bisa internal sendiri," ucapnya.

Menurutnya, pihak bank setiap hari melakukan pemeriksaan, guna memastikan pelayanan dan pencatatan neraca selesai dalam sehari.

"Kita ingin buka tabir ini semuanya, artinya proses ini tidak berdiri sendiri, ini sejak lama. Kami sedang cari benang merahnya artinya belum terkonfirmasi hasil audit itu berapa belum klop hasilnya," tuturnya.

Dia mengaku sudah mempunyai gambaran terkait kasus ini, yang didapatkan dari keterangan kliennya. Keterangan tersebut akan terus digali untuk menguak semuanya.

"Kita sudah punya gambaran yang sesungguhnya terjadi dari terdakwa yang tidak termasuk dalam berkas yang diberikan jaksa," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar