Yamaha

Tasikmalaya Deklarasikan Serikat Ekonomi Pesantren

  Rabu, 13 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Deklarasi Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) di Pondok Pesantren Idrisiyah Pagendingan, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/11/2019). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Pesantren sudah saatnya menjadi lokomotif dalam mengembangkan ekonomi umat. Karena faktanya masih banyak saudara muslim yang hidup dalam kemiskinan. Jihad di bidang ekonomi menjadi sangat relevan dilakukan saat ini.

Itulah yang menjadi ruh dari bersatunya ratusan pesantren di Jawab Barat untuk mendeklarasikan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) di Pondok Pesantren Idrisiyah Pagendingan, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/11/2019).

Deklarasi tersebut diinisiasi oleh Pesantren Idrisiyah, Alitifak, Daruttauhid, dan Husnul Khatimah yang merupakan pesantren percontohan di bidang pengembangan ekonomi di Jawa Barat.

Deklarasi SEP tersebut dihadiri oleh Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Prof Dr H Rully Indrawan MSi, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Oleh Soleh, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Jawa Barat Kusmana Hartadji, dan sejumlah pejabat dari Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Divisi Ekonomi Pesantren Idrisiyah Ahmad Tazzaka Bonanza yang juga deklarator SEP mengatakan, umat Islam khususnya pesantren memiliki potensi yang besar dalam membangun ekonomi umat. Hanya, potensi itu masih belum tergali dan hanya beberapa pesantren saja yang bisa bangkit dan mengembangkan ekonomi umat.

AYO BACA : 110 Pesantren di Indonesia Bakal Punya Induk Bisnis Bersama

"Kita semua sepakat untuk berhimpun dan menyamakan tekad untuk bergerak di bidang ekonomi. Ruh nya satu bagaimana ekonomi umat bisa maju dan pesantren menjadi motor penggeranya," kata Ahmad, Selasa (12/11/2019).

Ahmad Tazzaka Bonanza yang biasa dipanggil Aka menyebutkan, saat ini pemerintah Jawa Barat sudah membuat program yang luar biasa dalam menghidupkan gerakan ekonomi pesantren melalui program one pesantren one produk (OPOP). Karena ada lebih dari 1.000 pesantren di Jawa Barat yang terpilih untuk ikut program tersebut.

"Bayangkan ada 1.074 pesantren di Jabar yang ikut program OPOP dan memiliki sektor usaha yang berbeda-beda. Dan ini harus disatukan dalam sebuah wadah agar menjadi kekuatan besar," ucapnya.

SEP, kata dia, menjadi rumah ekonomi bersama semua pesantren yang tujuannya untuk membangun ekonomi umat. Pesantren tidak hanya menjadi produsen saja tetapi juga bisa menjadi pemilik usaha yang diakhir tahun bisa mendapatkan keuntungan.

"Bagaimana pesantren ambil bagian sebagi pemilik serikat itu sendiri bukan sebagai kapitalisme pesantren. Dan nantinya dibikin induk Koperasi dan semua pesantren bisa memiliki koperasi untuk kemakmuran pesantren," ujarnya.

AYO BACA : Uu Ruzhanul Ingin Jokowi Pertimbangkan Kementerian Pesantren

Deklarator lainya yang juga ketua Koperasi Pesantren Daruttauhid, Aa Peri Risnandar mengatakan jihad ekonomi umat harus terus digaungkan di kalangan pesantren untuk kemajuan ekonomi umat.

"Pesantren itu memiliki latarbelakang yang berbeda-beda tetapi di ekonomi kita satukan yakni sama sama satukan ekonomi itu kita membangun ekonomi pesantren," katanya.

Ustad Irfan dari Pesantren Al-Itifak mengatakan serikat ekonomi pesantren bisa menjadi ruh kemajuan ekonomi umat di Jawa Barat. Saat ini saja pesantren Al-Itifaq fokus dibidang pertanian yang sudah memiliki pasar produk pertanian menyuplai barang untuk 3 swalayan besar di Jakarta dan Bandung.

"Kita sudah 32 tahun bergerak di bidang pertanian dan sekarang merangkak ke peternakan dan konfeksi. Saat ini sudah bisa menyuplai 3 ton per hari dan ditantang lagi menjadi 30 ton perhari," ujarnya

Menurutnya, potensi ini bisa dimanfaatkan oleh serikat ekonomi pesantren untuk saling menguatkan satu sama lain sehingga ekonomi umat ke depan menjadi kuat.

Pengusaha muda Jawa Barat, Helma Agustiawan, mengatakan, sudah saatnya pesantren menjadi penggerak ekonomi umat. Mengingat umat Islam di Indonesia menjadi umat Islam terbesar di Dunia.

Serikat ekonomi pesantren ini bisa menjadi jembatan lahirnya pengusaha pengusaha muslim yang bergerak di bidang ekonomi untuk kemakmuran umat.

"Kita tahu sekarang ini umat Islam selalu menjadi objek politik dan sebagainya. Tetapi ekonomi jauh tertinggal. Makanya dengan adanya serikat ekonomi pesantren ini bisa menyatukan kekuatan ekonomi di berbagai pesantren untuk kemajuan umat," katanya.

AYO BACA : Sambut UU Pesantren, Pemprov Jabar Wacanakan Perda

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar