Yamaha

40% Serangan Siber Gunakan Malware

  Selasa, 12 November 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi serangan siber. (pixabay.com)

DAYEUHKOLOT, AYOBANDUNG.COM -- Malware menjadi salah satu serangan siber yang sering terjadi di Indonesia. Hampir setengah serangan siber disebabkan oleh malware.

Direktur Deteksi Ancaman Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Sulistyo mengatakan, serangan malware yang terjadi di tanah air berasal dari aplikasi yang banyak tersebar di dunia maya.

"Pada 2018, serangan siber yang masuk ke Indonesia masuk melalui malware berasal dari sofware," tutur Sulistyo saat seminar dan workshop meningkatkan kemampuan proteksi dini siber di Telkom University, Selasa (12/11/2019).

Walaupun menjadi yang terbanyak, namun serangan malware mempunyai sisi positif. Salah satunya adalah meningkatkan kemampuan proteksi serangan virus dan bahan penelitian.

AYO BACA : Mengenal Sistem Pembelajaran Daring Cyber University

Dia menjelaskan, serangan siber yang menggunakan malware bisa menjadi bahan penelitian untuk mencari informasi DNA dari virus.

"Malware yang menyerang dimanfaatkan untuk penelitian guna membuat anti virus yang lebih baik," ujarnya.

BSSN lanjut Sulistyo selalu membagikan malware-malware yang beredar di Indonesia kepada para peneliti dan programer untuk diteliti lebih lanjut.

Rektor Telkom University Adiwijaya menuturkan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dirinya berharap kerjasama ini dapat terus terjalin. Tel-U berkomitmen untuk terus berkontribusi untuk bangsa terutama terkait Cyber Security.

AYO BACA : Sukseskan Jabar Cyber, Telkom Sasar Seluruh Segmen

Bahkan Universitas tersebut sedang menyusun pembentukan program studi S2 yang khusus dalam keamanan siber.

"Kami akan membukan program S2 Cyber Scurity. Sedang dalam proses izin," ujarnya.

Di masa yang serba siber, kata Adiwijaya pihaknya berupaya menyiapkan sumber daya manusia unggul dalam bidang siber.

Terdapat dua fakultas yang  mempelajari dunia siber, yakni fakultas teknik elektro dan informatika. Diharapkan, dua fakultas ini bisa bersinergis dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) maupun komunitas siber lainnya.

"Kami ingin membangun awareness dan melatih mereka (mahasiswa). Termasuk kerja sama dengan pihak kepolisian," ungkapnya.

Menurutnya, Cyber Security terus berkembang dan harus dipelajari. "Insyallah, Telkom berkomitmen dan berkontribusi memberikan yang terbaik untuk bangsa," katanya.

AYO BACA : Sudah 17 Jam Situs PSSI Dibajak, Ini Pesan Hacker

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar