Yamaha

Konferensi China-Asean Hasilkan 5 Kesepakatan

  Senin, 11 November 2019   Tri Junari
Ketua Umum Lembaga Kerjasama Ekonomi dan Sosial Budaya Indonesia China, Sudrajat saat konferensi pers 12th China-Asean Conference on People to People Friendship Organization (CACPPFO) di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Senin (11/11/2019). Kegiatan yang dihadiri oleh 9 delegasi dari berbagai macam negara perwakilan di Asean dan Cina guna menjalin kerjasama dibidang ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya. (Kavin Faza/Ayobandung.com)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM -- China-ASEAN Conference on People to People Friendship Organizations (CACPPFO) ke-12 berlangsung di Mason Pine Hotel Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (11/11/2019).

Konferensi yang dihadiri 91 perwakilan dari 11 negara serta ratusan investor maupun pengusaha dari dalam dan luar negeri ini menghasilkan 5 butir kesepakatan mempererat jalinan kerjasama ekonomi, sosial dan budaya.

Hadir dalam kesempatan itu perwakilan 11 negara yakni, Gu Xiulian (China), Dr. Muhd Firdaus Abdul Rahman (Brunei), Ek Sam O (Cambodia), Sudrajat (Indonesia), Lattanamany Khounnyvong  (Laos), Dato' Abdul Majid Bin Ahmad Khan (Malaysia), Sein Win Aung (Myanmar), Peter Tiu Lavina (Philippines), NG Swan Meen (Singapore) dan Korn Dabbaransi (Thailand).

AYO BACA : Industri di Cina Banyak Relokasi, Jabar Proaktif Cari Celah

Ketua delegasi Indonesia Mayjen (Purn) Sudrajat mengatakan, konferensi lembaga non pemerintah ini digelar dua tahun sekali bertujuan mempererat hubungan negara anggota dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya.

Konferensi ini juga jadi ajang bertukar pandangan dalam pengembangan kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak, berdasarkan prinsip saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan demi kesejahteraan rakyat.

”Konferensi ini juga berkontribusi pada pemeliharaan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Asean dan China,” ujar Sudrajat yang juga mantan duta besar Indonesia untuk China dalam konferensi persnya.

AYO BACA : Problem ASEAN adalah Mendisiplinkan Anggota

Dalam konferensi ke-12 ini, CACPPFO menghasilkan lima butir kesepakatan untuk memperkuat kerjasama China-Asean dalam jangka tahun 2020-2025.

Yang pertama, CACPPFO sepakat menjalankan program pertukaran Ahli dan Penerima Beasiswa pada sektor pertanian, kuliner, literatur, desain, perlindungan lingkungan, energi dan digital.

Kedua program pertukaran mahasiswa melalui project homestay jangka pendek menggali nilai budaya dari kedua belah pihak dan melatih para pemimpin muda untuk saling memahami dan menghormati budaya masing-masing di Cina dan ASEAN.

"Ketiga, para pemimpin negara-negara Asean mendukung China dalam program 'Inisiatif Belt and Road' & Master Plan on ASEAN Connectivity 2025 (MPAC) sesuai pernyataan KTT Pemimpin Tiongkok-ASEAN ke-22 di Bangkok. Sebagai organisasi persahabatan non-pemerintah, kami bersedia untuk mempromosikan dan kami menantikan kerja sama yang terbuka, inklusif, transparan, dan saling menguntungkan antara kedua belah pihak,” papar Sudrajat.

Hasil kesepakatan keempat, lanjut Sudrajat, CACPPFO juga mendorong Pertukaran dan Kerjasama pemerintahan lokal seperti provinsi maupun kabupaten/Kota, mendukung pembentukan kota-kota mitra antara kota-kota Tiongkok dan kota-kota pintar ASEAN, dan mendukung lebih banyak kota-kota Tiongkok dan ASEAN.

"Terakhir, konferensi ini menyepakati mekanisme tindak lanjut mencegah berita bohong di media sosial dan media massa yang membingungkan masyarakat. Hal itu menjadi menghambat pemahaman dan kerja sama yang lebih baik antara negara-negara ASEAN dan Cina," katanya.

AYO BACA : 150 Praktisi Pendidikan ASEAN Bahas Strategi Asuh PAUD Era 4.0 di Bandung

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar