Yamaha

Pelatih Arema Ogah Bahas Statistik Head to Head Kontra Persib

  Senin, 11 November 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Pelatih Arema FC, Milomir Seslija. (ayobandung.com/Eneng Reni)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM--Pelatih Arema FC, Milomir Seslija enggan melihat statistik timnya saat bersua Persib Bandung jelang laga tunda pekan ke-22 Liga 1 2019. Pasalnya, pelatih yang karib disapa Milo itu menyebut, di dunia sepak bola setiap pertandingan satu dan lainnya akan berbeda.

Sejatinya Milo pun mengakui, Persib tengah dalam performa menanjak. Tim asuhan Robert Alberta itu saat ini berengger di peringkat 8 dengan torehan 37 poin dari 26 laga. Bahkan dalam lima laga terakhirnya, Maung Bandung tidak pernah mencicipi kekalahan dengan mencatatkan hasil empat kemenangan dan satu hasil imbang.

Meski begitu, Milo menyebut, performa Arema tidak terlalu buruk. Dari lima laga terakhir, tim asuhannya berhasil menang 2 kali, imbang 2 kali dan kalah 1 kali. Karenanya, Milo menilai timnya masih berpeluang menaklukan Maung Bandung. Apalagi di putaran petama, tim asuhannya bisa menumbangkan Maung Bandung dengan skor telak 5-1.

Namun Milo menegaskan kemenangan kala itu hanya masa lalu. Karenanya Milo pun ogah menyinggung sejarah pertemuan kedua kesebelasam. Dirinya mengaku hanya ingin fokus membawa Singo Edan untuk mencuri tiga poin di kandang Maung Bandung.

"Kita tidak bisa melihat hanya sepanjang tahun ini, bukan soal punya rekor yang bagus atau buruk, karena ini jadi musim yang berat bukan cuma buat kami tapi untuk Persib. Jika lima pertandingan terakhir berjalan baik bukan berarti sebelumnya bagus juga. Ini adalah sepak bola dan setiap pertandingan berbeda, semua mungkin bisa lupa dengan hasil pertandingan, tapi semua ingat dengan piala (juara)," ungkap Milo dalam konferensi pers jelang laga di Graha Persib, Senin (11/11/2019).

Di sisi lain, pelatih kelahiran Bosnia itu justru mengatakan timnya tengah mengejar konsistensi  kemenangan di sisa kompetisi. Diketahui Arema FC kini menempati peringkat 5 klasemen sementara Liga 1 dengan torehan 41 poin dari 26 laga. 

"Pendukung butuh piala dan kita sedang berjuang soal ini. suatu saat nanti semua akan lupa hasil pertandingan ini, tapi mereka tidak akan lupa dengan sejarah soal juara," lanjutnya.

Milo mengatakan, sepak bola Indonesia sedianya harus bisa melihat proses yang dibangun. Dia pun mencontohkan, sepak bola negara matahari Terbit, Jepang, yang mampu menjadi salah satu negara yang memiliki kulitas dan program sepak bola yang mengasah talenta para pemain potensialnya.

"Ini permasalahan di Indonesia. Semua butuh hasil pertandingan tapi tidak melihat prosesnya. Jika melihat Jepang, tahun 80-an mereka ada di bawah semuanya, tapi sekarang mereka ada di puncak Asia. Mereka punya program untuk beberapa tahun ke depan. mereka punya kelas di Asia. Mereka naik secara bertahap. Indonesia punya banyak talenta, tapi semua ingin langsung dapatkan hasil," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar