Yamaha Lexi

Iritasi Mata, Ternyata Cacing Parasit Bersarang di Mata Wanita Ini

  Jumat, 08 November 2019   Suara.com
Ilustrasi mata. (pixabay/Skitterphoto)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Seorang wanita asal Amerika Serikat terjangkit infeksi langka. Dia merasa matanya iritasi, ternyata cacing parasit bersarang di sana.

Seperti dilansir dari Live Science, Jumat (8/11/2019) cacing tersebut biasanya menginfeksi sapi. Menurut laporan baru kasus tersebut, yang diterbitkan 22 Oktober dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, wanita tersebut adalah orang kedua yang diketahui mengidap infeksi yang sama.

Infeksi berawal pada Maret 2018. Dia merasa iritasi di mata kanannya. Dia lantas menyiram matanya dengan air keran. Saat itulah cacing berukuran 13 cm menggeliat keluar.

AYO BACA : Ngeri! 14 Cacing Hidup di Mata Wanita Ini!

Wanita berusia 68 tahun itu kemudian melihat lebih dekat di matanya dan menemukan cacing lainnya.

Keesokan harinya, wanita itu langsung pergi ke dokter mata di Monterey, California. Pihak medis pun mengambil cacing gelang ketiga (juga dikenal sebagai nematoda) dari mata wanita itu.

Untuk menghilangkan cacing sampai tuntas, dokter mengatakan padanya untuk terus menyiram mata dengan air suling, yakni air yang memiliki tingkat kemurnian tinggi. Dia juga diberi obat topikal untuk mencegah infeksi bakteri.

AYO BACA : Ngeri, Mata Seorang Pria jadi Sarang Ribuan Telur Cacing Pita

Sampel cacing itu diawetkan dikirim ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, tempat para peneliti menentukan bahwa wanita itu terinfeksi spesies cacing mata bernama Thelazia gulosa.

Hanya satu kasus manusia lain dari T. gulosa yang pernah dilaporkan, yakni pada seorang wanita Oregon berusia 26 tahun yang terinfeksi pada Agustus 2016. Cacing itu biasanya menginfeksi ternak dan dibawa oleh lalat jenis tertentu yang mengonsumsi cairan mata.

Dokter tidak tahu pasti bagaimana wanita asal ini Nebraska terkena infeksi. Namun, dia mengatakan kepada dokter bahwa dia adalah pelari jejak. Dia dengan jelas mengingat lintasan tertentu di Lembah Carmel pada Februari 2018 ketika dia mengitari tikungan jalan curam dan berlari ke kerumunan lalat.

Dia ingat mengusir lalat dari wajahnya dan mengeluarkannya dari mulutnya. Hal itu mungkin menjadi awal mula dia terinfeksi.

Untungnya, setelah wanita itu mengairi matanya selama dua minggu, tak ada lagi cacing ditemukan saat pemeriksaan berikutnya.

Spesies cacing parasit ini telah diketahui menginfeksi sapi di Amerika Utara sejak 1940-an. Namun, masih belum jelas mengapa dokter baru sekarang melihat kasus manusia, kata laporan itu.

AYO BACA : Ilmuwan Temukan Cacing Primitif dari Zaman 500 Juta Tahun Lampau

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar