Yamaha Lexi

5 Tips Menghindari Penipuan Beli Mobil Murah

  Jumat, 08 November 2019   Rizma Riyandi
Ilustrasi (pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Ada saja cara orang untuk mencari keuntungan. Bahkan berbagai modul dilakukan demi meraup pundi-pundi rupiah, seperti penipuan berkedok mobil murah yang baru-baru ini ramai diberitakan.

Mendapatkan mobil murah yang sesuai dengan kantong memang menyenangkan. Tapi perlu diingat, semakin tak masuk akal harga suatu barang, maka makin tinggi pula potensi adanya modus penipuan.

Modus penipuan beli mobil murah memang bukan hal yang baru lagi. Terbaru, dugaan tipu-tipu beli mobil murah ini pun sudah memakan jumlah korban cukup banyak. Berikut beberapa tips menghindari penipuan mobil murah:

1. Apa Jenis Mobilnya?

Hal pertama yang harus diperhatiikan saat hendak membeli mobil adalah apa jenis mobil yang dijual. Apakah itu jenis mobil murah, atau justru mobil eksklusif alias mahal.

Tentu saja, antara mobil murah dan mobil eksklusif itu harganya berbeda, bahkan bisa sangat jauh bedanya. Antara ratusan juta dibanding dengan miliaran. Lalu, jika ada yang menawarkan jenis mobil mahal dengan harga murah, apakah masih percaya?

AYO BACA : 1.742 Konsumen Jadi Korban Akumobil, Total Kerugian Capai Rp100 Miliar

Sebagai contoh, mobil Alphard dengan mobil low cost green car Brio Satya itu jenis mobil yang sangat berbeda, bukan? Harganyapun pasti jauh berbeda.

2. Berapa Harga Mobil yang Ditawarkan?

Hal yang juga tak boleh luput dari perhatian adalah berapa harga mobil yang ditawarkan itu. Apakah harga mobil itu sesuai dengan jenis atau kondisi mobilnya? Atau justru bertolak belakang dengan standar harga yang seharusnya jadi nilai mobil tersebut.

Jadi, perhatikan harga jual mobil itu, apakah masuk akal atau tidak. Jika yang ditawarkan itu mobil eksklusif dengan harga ratusan juta bahkan hingga miliaran rupiah, tapi dijual dengan harga hanya puluhan juta dalam kondisi baru, maka harus diwaspadai. Bukan tak mungkin itu adalah modus penipuan.

Misalnya begini, mobil Alphard tipe 3.5 QA/T yang harga normalnya sekira Rp1,8 miliar, tapi dijual atau ditawarkan dengan harga Rp100 juta. Tentu ini akan jadi pertanyaan besar, bukan?

Kok bisa mobil yang dikenal dengan harganya cukup mahal itu hanya dijual seratus juta? Apa ini wajar? Lalu, apakah penjual itu tak butuh laba/untung dari bisnis jual-beli mobil itu?

AYO BACA : Ketua HLKI Firman Sebut Akumobil Sudah Kantongi 7 Izin

3. Bagaimana Promo yang Dilakukan?

Selanjutnya, yang harus dipehatikan adalah bagaimana promo dari dealer tersebut. Apakah promonya masuk akal? Atau justru promo yang aneh.

Promo yang tak masuk akal dalam jual beli mobil adalah promo-promo yang biasa digunakan untuk membeli makanan atau baju dan lainnya, yakni beli 1 gratis 1. Jika ada dealer yang menjual mobil dengan promo buy one get one, beli mobil 1 gratis 1 unit mobil ini sudah seharusnya diwaspadai.

4. Lihat Apakah Mobil itu Baru atau Bekas?

Harga mobil baru dengan mobil bekas tentu saja berbeda. Sudah pasti harga mobil bekas lebih murah ketimbang mobil baru. Oleh karena itu, memperhatikan kondisi mobil yang dijual itu, apakah baru atau bekas sangat penting.

Jangan sampai mudah tergiur dengan penawaran mobil baru yang harganya sama seperti mobil bekas. Sebaiknya waspadai sebelum membelinya daripada menyesal nantinya.

5. Seperti Apa Rekam Jejak ‘Dealer’ Mobil itu?

Nah, yang tak boleh luput dari perhatian adalah bagaimana rekam jejak dari dealer mobil tersebut. Apakah dealer mobil itu resmi? Apakah sebelumnya tak pernah ada kasus dalam jual beli mobil? Sudah berapa lama dealer mobil itu beroperasi? Dan lainnya.

Pertanyaan-pertanyaan itu wajib diperhatikan dan menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli sebuah unit mobil dari toko tersebut. Jangan sampai hal itu terabaikan dan membuat menyesal di kemudian hari.

AYO BACA : HLKI Sebut Akumobil Gunakan Skema Ponzi atau MLM

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar