Yamaha

Berburu Buku dan Bincang Literasi di Soemardja Book Fair 2019

  Jumat, 08 November 2019   Nur Khansa Ranawati
Suasana Soemardja Book Fair 2019. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Ajang pameran buku dan serangkaian acara diskusi Soemardja Book Fair kembali digelar di pelataran depan Galeri Soemardja kampus ITB Bandung, mulai Senin (4/11/2019) hingga Jumat (8/11/2019). Acara yang digelar tahunan tersebut saat ini telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya.

Mengusung tema "Potensi Literasi di Era 4.0", acara yang dimeriahkan sekitar 15 lapak buku tersebut juga menghadirkan sejumlah diskusi beragam tema yang melibatkan komunitas, akademisi hingga para penulis.

Ketua Penyelenggara Soemardja Book Fair 2019 Taufik Ramadhan Barli menyebutkan, acara utama yang menjadi pembuka gelaran tahun ini adalah pidato kebudayaan dari akademisi sekaligus budayawan, Yasraf Amir Piliang. Di hari pertama, Yasraf juga membahas buku terbarunya bertajuk "Setelah Dunia yang Dilipat".

AYO BACA : Tantangan Penerbit Buku Indie di Bandung

"Hal tersebut menjadi wacana pembuka kondisi literasi saat ini, di era 4.0," ungkapnya ketika ditemui Ayobandung.com.

Setelah itu, serangkaian diskusi lainnya mulai dari pembajakan buku, kiat menulis novel, dinamika literasi di dalam kampus, strategi pemasaran buku di era digital dan sebagainya terus digelar sejak pagi hingga sore hari.

Untuk hari ini, Soemardja Book Fair masih berlangsung hingga menjelang magrib dengan dua buah diskusi menyoal dunia penerjemahan serta bedah buku "Bandung Pop Darlings" karya penulis dan jurnalis Irfan Popish.

AYO BACA : Perpustakaan Jalanan Cimahi Sasar Anak Jalanan

"Acara tahun ini dari segi kuantitas jadwalnya lebih padat dibanding tahun-tahun lalu, juga lebih banyak melibatkan komunitas," ungkapnya.

Lapak buku yang hadir pun, dia mengatakan, memiliki jenis buku andalan yang berbeda-beda. Mulai dari buku anak, buku impor, buku bertema budaya, sastra, sejarah, dan sebagainya.

"Ada juga yang menyediakan buku-buku lawas," jelasnya.

Taufik menyebutkan, misi utama penyelenggaraan Soemardja Book Fair dari tahun ke tahun salah satunya adalah ingin mengenalkan sosok Sjafe'i Soemardja, yang nama dan patungnya diabadikan menjadi Galeri Soemardja ITB, pada masyarakat.

"Selain itu kita juga ingin menjadi bursa buku alternatif di Bandung dan menjadi titik temu antara pelapak, pembaca, juga masyarakat pegiat buku," jelasnya. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

AYO BACA : Toko Buku M.I. Prawira-Winata

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar