Yamaha Lexi

Rumah Udunan, Dari Teman Nongkrong Bantu Warga Tak Mampu

  Kamis, 07 November 2019   Mildan Abdalloh
Warga tak mampu menerima bantuan dari Rumah Udunan. (Istimewa)

BANJARAN, AYOBANDUNG.COM -- Tidak selamanya kegiatan nongkron dan berkumpul orang-orang yang dianggap berandalan, hanya akan menghasilkan kesia-siaan.

Sekumpulan orang di Kecamatan Banjaran misalnya, dari hasil nongkrong justru menghasilkan kegiatan positif untuk membantu warga tidak mampu. Bahkan, mereka kemudian membentuk sebuab komunitas yang diberi nama Rumah Udunan.

Asep Ucup (37) koordinator Rumah Udunan bercerita, komunitas tersebut terbentuk secara spontanitas, berawal dari pembicaraan dalam sebuah tongkrongan.

"Awalnya tahun lalu, ada informasi salah seorang warga membutuhkan bantuan untuk pengobatan anaknya yang mengidap hidrosefalus. Tercetuslah udunan (patungan) untuk membantu di teman-teman saat nongkrong," tutur Acep kepada Ayobandung, Kamis (7/11/2019).

Dari cetusan udunan saat nongkrong biasa tersebut, mereka kemudian patungan. Tidak hanya patungan, secara iseng, mereka memposting penggalangan dana di sosial media.

Ajaibnya, animo masyarakat jagat sosial media memberi respon bagus dan turut udunan untuk membantu warga Banjaran tersebut. "Dana yang terkumpul mencapai dua digit," ucapnya.

Karena berawal dari iseng udunan untuk membantu, pria yang akrab disapa Aleng tersebut berujar awalnya penggalangan dana akan dihentikan untuk satu pasien saja.

Namun saat menyerahkan bantuan hasil udunan netizen, ternyata ditemukan pengidap hidrosefalus lain yang juga berasal dari keluarga tidak mampu.

Gerakan udunan pun kembali dilakukan, namun sayangnya, anak pengidap hidrosefalus yang kedua meninggal dunia.

"Uniknya, orang tua yang anaknya meningal dunia malah menjadi donatur. Setiap bulan, dia memberikan donasi kepada kami untuk disalurkan kepada yang membutuhkan," ujarnya.

Gerakan udunan pun terus berlanjut, bahkan semakin banyak laporan yang mereka terima. Mereka pun menyematkan nama komunitasnya sebagai Rumah Udunan.

Informasi mengenai orang yang membutuhkan bantuan jadi sering diterima, dari mulai rumah tidak laik huni, kebutuhan biaya sekolah, sampai orang yang terjebak di Rumah Sakit karena tidak mampu membayar biaya pengobatan.

"Semakin ke sini, ternyata gaung gerakannya semakin besar," katanya.

Pada mulanya gerakan udunan dilakukan secara sporadis, namun karena semakin banyak informasi yang masuk, mereka kemudian mulai melakukan penyaringan. Informasi yang diterima tidak ditelan mentah-mentah, namun dilakukan survey terlebih dahulu.

"Kalau ada info, disurvei dulu apakah layak atau tidak dibantu. Soalnya, ada beberapa kasus yang ditemui, ternyata saat didatangi keadaannya bahkan lebih mampu dari kami," ujarnya.

Sejak satu tahun lalu, komunitas Rumah Udunan telah membantu puluhan masyarakat tidak mampu. Bahkan hampir tiap pekan, mereka menyalurkan titipan dari para donatur dalam bentuk sembako kepada warga miskin.

Saat ini kata Aleng, Rumah Udunan sedang menggalang dana untuk pengobatan pasien tumor ganas dan pasien miningitis yang sedang dirawat di RSHS.

Dalam penggalangan dana, selain menerima langsung dari donatur, mereka juga memposting informasi di instagram @rumahudunan juga facebook rumah udunan. Di dua sosial media tersebut, akan diberikan informasi detil seperti pasien yang akan dibantu, baik itu nama, alamat, maupun kondisinya.

Seluruh dana yang terkumpul akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar