Yamaha Lexi

T. Bachtiar: Nama Tempat Sebaiknya Menggambarkan Kondisi Wilayah

  Rabu, 06 November 2019   Nur Khansa Ranawati
Pakar Geografi T. Bachtiar. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Saat ini, banyak nama tempat atau wilayah yang diberikan tanpa menimbang asal-usul terbentuknya wilayah tersebut ataupun kondisi geografis sekitarnya. Hal ini bertolak belakang dengan kecenderungan masyarakat terdahulu dalam memberi nama daerah, termasuk di Jawa Barat dan Kota Bandung.

Penulis sekaligus anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung, T. Bachtiar mengatakan, nama sebuah daerah memiliki peran penting dalam menggambarkan karakter alam hingga budaya sekitarnya.

Bila tidak saling berkaitan, hal tersebut dapat berujung pada masyarakat yang menjadi ahistoris bahkan berpotensi mengacam keselamatan warga yang bersangkutan.

"Karakter alam, karakter budaya dan karakter kehidupan sosial suatu daerah itu tercermin dari toponim-nya. Misalnya (nama tempat dengan awalan) 'rawa', ya berarti di situ dulunya rawa, sama seperti 'ranca' (rawa-rawa), di tempat itu berarti awalnya terdapat ranca," ungkapnya ketika ditemui selepas peluncuran buku "Toponimi : Susur Galur Nama Tempat di Jawa Barat" di Galeri Soemardja Bandung, Rabu (6/11/2019).

AYO BACA : Inilah 17 Nama Tempat di Bandung Raya yang Mengandung Kata Situ

Bila daerah yang tadinya dinamai rawa atau ranca tersebut diganti dengan nama lain, dia mengatakan, maka masyarakat sekitar berpotensi untuk tidak memahami kondisi sekitarnya. Membangun perumahan di kawasan tersebut nantinya akan menimbulkan resiko tersendiri.

T.Bachtiar juga mencontohkan kawasan "Walini" di Kabupaten Bandung Barat yang namanya berubah setelah terdapat plang salah satu perusahaan teh yang menjadi patokan warga dan pemerintah dalam menamai tempat tersebut. Dirinya mengatakan, nama kawasan tersebut sesungguhnya adalah Panglejar.

"Sekali negara mencantumkan Walini, ya keliru semua. Padahal secara karakter alam enggak mungkin di sana tumbuh walini (tanaman), karena walini hanya tumbuh di lahan basah," jelasnya.

Lebih jauh, dia mengatakan, penamaan suatu wilayah juga dapat berpengaruh pada pengetahuan mitigasi bencana warga sekitar.

"Kalau namanya sesuai orang tidak akan mengulangi kekeliruan yang sama di kemudian hari. Kalau tadinya rawa, mungkin orang enggak akan sembarangan bikin bangunan di situ, akan ada penanganan khusus. Termasuk untuk mitigasi bencana," jelasnya.

AYO BACA : Nama Tempat yang Mengandung Kata Ranca dan Situ Riskan Kalau Gempa

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar