Yamaha Lexi

Waduh! Volume Sampah di Sungai Kota Bandung Capai 500 Kg Setiap Hari

  Selasa, 05 November 2019   Nur Khansa Ranawati
Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas dan Edukasi DLHK Bandung, Syahriani. (ayobandung.com/Nur Khansa)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 400 hingga 500 kilogram sampah terjaring setiap harinya di sejumlah titik sungai dan anak sungai di Kota Bandung. Jumlah tersebut adalah besaran sampah yang berhasil terjaring oleh fasilitas jaring sampah yang dipasangi tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung.

Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas dan Edukasi DLHK Bandung, Syahriani mengatakan, hal tersebut bertujuan untuk mengetahui titik mana saja yang selama ini menjadi sumber sampah paling tinggi. Selain itu, jaring sampah juga dapat mempermudah pengangkutan sampah.

AYO BACA : Kota Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah

"Fungsinya adalah untuk mengetahui darimana sumber sampah tersebut berasal dan untuk mengurangi sampah termasuk yang akan mengalir ke Sungai Citarum," ungkapnya ketika ditemui di Balaikota Bandung, Selasa (5/11/2019).

Jaring tersebut secara umum berfungsi menahan sampah agar tidak mengalir lebjh jauh melewati aliran air anak sungai. Lebar dan panjangnya bergantung dari luas sungai yang bersangkutan. Nantinya, sampah yang dibuang akan tersangkut dan terapung pada jaring sehingga memudahkan petugas untuk mengangkatnya.

AYO BACA : Catat! Ini 8 Lokasi Pembuangan Sampah Besar di Kota Bandung

Jumlah 400-500 kilogram sampah yang diangkut setiap harinya adalah jumlah rata-rata dari setiap titik jaring sampah yang ada di Kota Bandung. Angka tersebut merujuk pada kapasitas maksimal jaring sampah yang dimiliki.

"Kalau sampahnya lebih dari 500kg itu ya jaringnya akan jebol. Artinya saat jaring itu dilepas ya bisa saja ada yang buang sampah ke sungai dan sampah yang ada di sungai (jumlahnya) mungkin lebih dari jumlah itu," ungkapnya.

Syahriani menyebutkan, hingga saat ini setidaknya ada 37 titik jaring sampah yang telah diinstalasi di sungai dan anak sungai di Kota Bandung. Beberapa titik dengan sampah terbanyak di antaranya adalah Kujangsari, Malabar, babakan irigasi Astanaanyar, dan sejumlah titik di dekat pasar.

"Mayoritas adalah sampah domestik. 50% sampah organik dan 40% sampah anorganik," ungkapnya.

AYO BACA : Jangan Buang Sampah ke Sungai!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar