Yamaha

Politikus Demokrat Minta Jokowi Ganti Direksi BPJS Kesehatan

  Selasa, 05 November 2019
Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, di Puri Cikeas, Bogor. (Suara.com/Rambiga)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, meminta Presiden Joko Widodo mengganti jajaran direksi BPJS Kesehatan. Alasannya, dia merasa BPJS butuh orang-orang yang berdedikasi.

Tuntutan tersebut disampaikan Ferdinand melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (5/11/2019).

"Masih banyak rakyat kita yang bahkan untuk mendapat uang 10 ribu rupiah saja setiap hari susah. Lantas bagaimana dia akan membayar iuran BPJS setiap bulan? Makan saja kurang. Inilah yang harus dipikirkan oleh pemerintah. Semangat BPJS itu adalah gotong royong, ini yang hilang," ujar Ferdinand.

AYO BACA : Terbebani Kenaikan Iuran BPJS? Ini Cara Turun Kelas Kepesertaan

Dengan alasan ini, Ferdinand meminta Jokowi mengganti Direksi BPJS Kesehatan.

"Pak Presiden Bapak Jokowi, mohon kiranya Direksi BPJS Kesehatan RI segera diganti. Angkat Direksi dari orang-orang yang mau cape, tidak malas dan rajin serta kreatif," kata Ferdinand.

"Soal BPJS ini butuh orang-orang yang berdedikasi melayani, bukan orang yang hanya ingin jabatan. MELAYANI RAKYAT ITU BUTUH ORANG YANG SIAP BERKORBAN," imbuhnya.

AYO BACA : Iuran Naik, BPJS Kesehatan Umumkan Cara Turun Kelas Kepesertaan

Ia juga menyebut gaji Direksi BPJS cukup tinggi namun tidak sebanding dengan hasil kerjanya.

"Gaji Direksi BPJS Kesehatan kabarnya Rp200 juta/bulan. Besar sekali untuk direksi yang kerjanya cuma menerima uang iuran dari bank dan mentransfernya ke RS sebagai pembayaran. Direksi tidak kreatif mencari atau mengembangkan cara supaya uang iuran bertambah tanpa bebani rakyat," ucap Ferdinand.

Ferdinand berpendapat jika Direksi BPJS Kesehatan benar-benar mengelola sistem yang baik, semestinya bisa membangun RS khusus BPJS di setiap Kabupaten atau kota seluruh Indonesia.

Ferdinand mengaku tidak menolak kenaikan iuran BPJS.

"Yang saya tidak terima adalah seolah solusi satu-satunya hanya menaikkan iuran. Ini pekerjaan pemalas. Untuk gaji besar, seharusnya direksi BPJS Kesehatan tidak malas," katanya.

AYO BACA : Iuran BPJS Kesehatan Naik, Warga Tasik Pilih Pindah Kelas

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar